Pasar Tradisional Durenan Trenggalek Makin Sepi Pembeli, Pedagang Mengeluh, Diduga Ini Penyebabnya

- Jumat, 17 Maret 2023 | 21:33 WIB
Mas Ipin saat meninjau lokasi sekitar Pasar Tradisional Durenan Trenggalek. (angga/memo)
Mas Ipin saat meninjau lokasi sekitar Pasar Tradisional Durenan Trenggalek. (angga/memo)

Trenggalek, KORANMEMO.COM - pedagang Pasar Tradisional Durenan Trenggalek berkeluh-kesah ke pemerintah setempat, karena pasarnya saat ini jadi sepi pembeli.

Menurut kacamata pedagang, sepinya pasar itu terjadi sejak adanya kebijakan pemisahan antara pasar tradisional dengan pasar hewan.

Keluhan itu disampaikan pedagang dalam kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan beberapa waktu lalu.

Para pedagang berharap ada solusi dari pemerintah untuk menghidupkan kembali sehingga pasarnya kembali ramai.

Baca Juga: Jadwal Porprov 2023 Belum Pasti, KONI Kabupaten Kediri Minta Cabor Matangkan Persiapan

Pasalnya banyak perekonomian masyarakat bertumpu di pasar itu.

Sejak pemisahan antara pasar hewan dengan pasar tradisional pada 2007 dikarenakan ada ketentuan pasar sehat yaitu pasar yang notabene menjajakan kebutuhan pokok tidak boleh digabungkan dengan pasar hewan, pasar jadi sepi pembeli.

“Yang dulu ada sekitar 290-an orang yang berdagang, sekarang setiap harinya hanya sekitar 20 orang yang berdagang,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai meninjau dan melakukan kajian di lapangan merespons keluh kesah pedagang Pasar Tradisional Durenan Trenggalek.

Merespons itu, pemerintah memberikan penawaran kepada para pedagang setelah melakukan kajian.

Hasilnya, Mas Ipin melihat ada potensi lahan milik desa di belakang pasar tradisional yang dimungkinkan difungsikan untuk menjadi pasar hewan.

Baca Juga: Banyak Permasalahan di Enam Kecamatan, Bawaslu Tulungagung Minta KPU Lakukan Coklit Ulang

Lahan itu dinilai paling strategis untuk digunakan sebagai tempat pasar hewan karena yang paling representatif.

“Ada masukan dari peserta Musrenbang di Durenan. Setelah dipisahkan menjadi pasar sehat, tidak bercampur antara pasar hewan dengan kebutuhan pokok ternyata sepi. Makanya opsi ini ditawarkan dengan harapan pasar tradisional yang saat ini sepi bisa ramai kembali,” ujarnya.

Langkah itu dinilai paling realistis dilakukan untuk meramaikan kembali pasar tersebut.

Disisi lain upaya itu juga tidak tidak melanggar ketentuan pasar sehat.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X