• Selasa, 26 Oktober 2021

Soal Pengadaan Seragam Gratis TK - SMP di Kota Blitar, PDIP: Jika Tak Sesuai Kualitas Kembalikan

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:34 WIB
Dedik Hendarwanto, Fraksi PDIP (Istimewa)
Dedik Hendarwanto, Fraksi PDIP (Istimewa)

Blitar, koranmemo.com - Polemik soal pengadaan seragam gratis bagi siswa TK hingga SMP di Kota Blitar juga mendapatkan atensi dari Fraksi-PDIP. Dewan meminta untuk mengembalikan jika barang yang dikirim nanti tak sesuai dengan spesifikasi atau kualitas.


Dedik Hendarwanto, dari Fraksi PDIP memang mewanti-wanti kepada Dinas Pendidikan dan rekanan atau pemenang tender agar tak main-main soal ini. Karena uang atau dana untuk pengadaan seragam ini mencapai miliaran rupiah.

"Iya sudah kami tekankan. Kalau memang kualitasnya nanti tidak sesuai sudah saja kembalikan saja. Karena ini menyangkut keseriusan dalam pengadaan," kata Dedik, Rabu (13/10).

Dia menjelaskan pengadaan seragam gratis memang sudah menjadi agenda tahunan. Pemkot Blitar tiap tahun mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk pengadaan seragam dalam rangka mendukung program bidang pendidikan.

"Dan pengadaan dilakukan melalui tender bebas atau melalui LPSE," katanya lagi.

Berdasarkan pemaparan Dinas Pendidikan dan Kelompok Kerja LPSE, pengadaan sudah sesuai dengan prosedur. "Katanya sesuai prosedur. Makanya kami panggil dalam rangka untuk klarifikasi setelah ada aduan soal pengadaan," kata dia.

Soal pemberdayaan tukang jahit atau masyarakat Kota Blitar pada pengadaan seragam gratis Dinas Pendidikan memang mengakui. Bahwasanya pengadaan tahun ini tidak ada. Para penjahit di sekitar rumah siswa tak lagi mendapat order karena seragam dikirim dalam bentuk jadi dari pabrik.

Menanggapi itu, dinas berjanji bahwa tahun depan bisa dilakukan sistem baru dengan harapan agar para penjahit bisa ikut kecipratan rezeki pengadaan seragam gratis.

"Janjinya seperti itu dan kami memang mengharapkan demikian. Karena melalui pabrik, warga Kota Blitar tak mendapatkan cipratan jasa jahit," katanya lagi.

Seperti diketahui, Dewan Kota Blitar memanggil Dinas Pendidikan Kota Blitar. Ini menyusul adanya keluhan soal pelaksanaan lelang pengadaan seragam gratis bagi siswa. Pada pengaduan itu dijelaskan dengan detail soal seluk beluk proses lelang hingga akhirnya didapatkan pemenang.

Dalam lelang seragam SD misalnya. Ada dugaan permainan. Seperti soal spesifikasi atau jenis kain yang ternyata tidak ada di pasaran Kota Blitar. Tetapi ternyata tiba-tiba ada dan diindikasikan hanya bisa diakses rekanan tertentu.  

Selain itu, dalam pengaduan itu juga membahas soal harga perkiraan sendiri atau HPS. HPS seolah-olah dibuat tinggi dan diduga tidak mengacu pada harga riil di pasaran. Hal itu menurut kacamata dewan berpotensi merugikan atau ada kesan pemborosan anggaran. Semisal di Tulungagung HPS  per stel seragam Rp 95 ribu. Tetapi di Kota Blitar tembus  HPSnya hingga Rp 181 ribuan untuk seragam SD.

Untuk diketahui tahun 2021, Dinas Pendidikan menganggarkan seragam gratis untuk TK, SD dan SMP.  Untuk TK anggarannya sekitar  Rp 586 juta, seragam SD sekitar Rp 2,9 miliar dan SMP sekitar Rp 1,9 miliar. Untuk lelang seragam satu setel SD  misalnya. Total HPS atau dana Rp 2.954.400.000   dimenangkan rekanan UD Putra Mas dengan penawaran terakhir Rp 2.513.511.000. Padahal ada rekanan yang berani menawar terendah hingga angka Rp 1.763.135.000.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Gimo Hadiwibowo

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Naik Kereta Api

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:41 WIB

Peringati Hari Santri, Polantas Datangi Ponpes

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:58 WIB

Siraman Gong Kyai Pradah Jadi Tradisi Berebut Berkah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:41 WIB

Geger Nelayan Pantai Jebring Temukan Paus Raksasa

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:11 WIB
X