• Selasa, 26 Oktober 2021

Level 1, Jumlah Penumpang KA di Kota Blitar Mulai Meningkat

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:34 WIB
ADA PENINGKATAN: Salah satu penumpang yang hendak naik ke KA Dhoho di Stasiun Blitar.  (aziz/memo)
ADA PENINGKATAN: Salah satu penumpang yang hendak naik ke KA Dhoho di Stasiun Blitar. (aziz/memo)

Blitar,  koranmemo.com - Pasca penerapan PPKM level 1 di Kota Blitar juga berimbas kepada moda sarana transportasi kereta api (KA). Jumlah penumpang mulai merangkak naik.

Berdasarkan data di Stasiun Blitar, dalam sehari rata-rata jumlah penumpang yang naik si ular besi itu sekitar 500 lebih. Itu terutama untuk kereta lokal seperti Dhoho dan Penataran. Sementara untuk kereta jauh ada peningkatan tetapi tak banyak. Jumlahnya sekitar 100 dalam sehari.

"Sebenarnya bisa meningkat banyak tetapi kendalanya pada aturan. Anak-anak di bawah usia 12 tahun tetap belum boleh naik. Padahal rata-rata ketika bepergian orang tua selalu bawa anak," kata Kepala Stasiun Blitar Suyoto kepada Koran Memo, Selasa (13/10).

Dia menjelaskan, untuk kereta lokal Dhoho jurusan Blitar Surabaya melalui Malang para penumpang masih didominasi para mahasiwa. Utamanya mereka yang kuliah di Malang. Pasalnya sejumlah universitas sudah memulai pembelajaran tatap muka.

Sementara kereta lokal Dhoho jurusan Blitar-Surabaya lewat Kertosono para penumpang didominasi para pekerja atau karyawan yang hendak ke Surabaya. "Yang sudah pasti operasional kereta api sudah mulai normal kembali. Baik lokal ataupun jarak jauh," katanya.

Sementara itu,  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali melakukan penambahan perjalanan KA seiring meningkatnya volume pelanggan KA. Daop 7 Madiun mencatat, pada periode 1-11 Oktober 2021, telah mengangkut sebanyak 43.373 pelanggan KA.

Jumlah tersebut meningkat sebesar 81 persen jika dibandingkan pada periode yang sama di September 2021, yaitu mengangkut 8.292 pelanggan KA.

Meskipun untuk KAJJ masih belum semua KA berangkat setiap hari, namun jumlah perjalanannya lebih banyak jika dibandingkan ketika PPKM masih berada di level 4.

“Saat ini ada juga beberapa KA yang awalnya hanya berangkat saat weekend, kini sudah berangkat setiap hari. Contohnya KA Brantas, Singasari, Pasundan, Wijayakusuma, Malabar, Ranggajati, dan Bangunkarta,” kata Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko.

Untuk melakukan perjalanan menggunakan KA, PT KAI Daop 7 Madiun masih menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada calon pelanggan KA. Sesuai SE Kemenhub Nomor  69 Th 2021, pelanggan KAJJ diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi. Sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.

Sementara itu, KAI juga menyediakan fasilitas rapid test antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik KAJJ. Mulai 24 September 2021, KAI menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp85 ribu  menjadi Rp45 ribu untuk setiap pemeriksaan.

"Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan," ujar Ixfan.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi
Editor: Gimo Hadiwibowo

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Naik Kereta Api

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:41 WIB

Peringati Hari Santri, Polantas Datangi Ponpes

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:58 WIB

Siraman Gong Kyai Pradah Jadi Tradisi Berebut Berkah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:41 WIB

Geger Nelayan Pantai Jebring Temukan Paus Raksasa

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:11 WIB
X