• Selasa, 26 Oktober 2021

Potensi Tsunami di Selatan Pesisir Jawa, BMKG: Berdasar Pengalaman Pantai Sine Tulungagung Terparah

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:15 WIB
Kepala Stasiun BMKG Malang, Ma'muri (kiri) dan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (kanan) saat memberikan penjelasan (Isal / Memo)
Kepala Stasiun BMKG Malang, Ma'muri (kiri) dan Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (kanan) saat memberikan penjelasan (Isal / Memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang melakukan survei potensi terjadinya tsunami di Selatan Jawa Timur, utamanya di Tulungagung. Hasilnya, jika tsunami terjadi, maka masyarakat pesisir selatan masih bisa aman dengan melalui jalur evakuasi yang sudah disiapkan.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang, Ma'muri, mengatakan, berdasarkan kajian para ahli, di selatan Jawa Timur ada potensi gempa terburuk dengan skala 8,7. Pihaknya sudah melakukan modelling tsunami untuk mengetahui seperti apa terjadinya.

Menurut Ma'muri, berdasarkan modelling, tibanya gelombang tsunami terjadi pada menit 30 setelah terjadinya gempa bumi. Sedangkan tinggi gelombangnya antara 20-30 meter di bibir pantai. 

"Maka dari itu kami langsung melakukan verifikasi jalur evakuasi, titik evakuasi maupun tempat evakuasi akhir apakah sudah aman dari tsunami atau belum," kata Ma'muri, Rabu (13/10).

Dijelaskannya, berdasarkan hasil verifikasi, diketahui jalur evakuasi di selatan pesisir Tulungagung sudah siap semuanya. Dia juga melakukan pengukuran koordinat tempat evakuasi sementara. Didapati hasil yang bagus, berarti tempat evakuasi aman dari jangkauan tsunami

Dari hal - hal tersebut, menurut Ma'muri, yang terpenting justru edukasi kepada masyarakat agar tidak panik ketika terjadinya peringatan dini adanya tsunami

Pasalnya, ketika menghadapi situasi tersebut justru harus disikapi dengan kewaspadaan agar masyarakat bisa melakukan evakuasi secara tepat waktu. 

"Jalur evakuasinya sudah baik, tinggal edukasi secara masif saja kepada masyarakat agar benar-benar bisa mengaplikasikannya karena kapan terjadinya tidak ada yang tahu," jelasnya.

Disinggung terkait alat early warning system (EWS), Ma'muri mengaku, semua EWS terpantau bekerja dengan baik. Bahkan beberapa waktu lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung juga sudah menyediakan EWS baru. 

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X