• Kamis, 20 Januari 2022

Kejari Batu Menangkan Gugatan Praperadilan SMA N 3 Batu

- Senin, 18 Oktober 2021 | 18:05 WIB
Persidangan Pra Peradilan yang digelar di PN Malang. (Istimewa)
Persidangan Pra Peradilan yang digelar di PN Malang. (Istimewa)

Batu, koranmemo.com - Buntut penetapan tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan tanah untuk pembangunan SMAN 3 Batu yang diduga merugikan negara sekitar Rp. 4.080.000.000 miliar.Tenyata tersangka ES mem -praperadilkan jaksa penyidik ke Pengadilan Negeri Malang dengan alasan bahwa penetapan tersangka pada diri ES tidak sah dan tindakan penahanan yang dilakukan Penyidik Kejaksaan Negeri Batu.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu,Drs Supriyanto mengatakab permohonan praperadilan yang diajukan salah satu tersangka ES semuanya ditolak oleh hakim.

" Benar kami dipraperadilan,hasilnya kami menang, karena dalam persidangan jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Batu telah memberikan jawaban dan membuktikan di depan persidangan bahwa tindakan Penetapan tersangka ES dan penahanan terhadap ES sudah sah, sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku," terangnya,Senin (18/10).

Disampaikan, jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Batu sedang melakukan tindakan penyidikan dugaan berdasarkan hasil penyidikan, penyidik telah mengumpulkan beberapa alat bukti, baik berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan bukti lainnya, sehingga membuat terang tindak pidana korupsi yang terjadi dan akhirnya menemukan tersangka yang harus bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.

Oleh karena penyidik telah menemukan tersangka, selanjutnya pihak yang harus bertanggung jawab tersebut ditetapkan sebagai tersangka, yang salah satunya adalah ES, dan untuk menghindari adanya kekhawatiran tersangka melarikan, merusak atau menghilangkan barang bukti, maupun mengulangi tindak pidana lagi, maka terhadap tersangka dilakukan  penahanan dengan jenis penahanan Rutan.

" Itu adalah salah satu alasan kami menahan tersangka," imbuhnya.

Setelah ditahan,tenyata ES melalui Kuasa Hukumnya Drs. Sentot Yusuf Patrikha, SH, MH  mengajukan gugatan/permohonan Praperadilan ke Pengadilan Negeri Malang dengan alasan bahwa penetapan tersangka pada diri ES tidak sah dan tindakan penahanan yang dilakukan Penyidik Kejaksaan Negeri Batu atas diri tersangka ES juga tidak sah, serta minta untuk dibatalkan, sebagaimana gugatan/permohonan Praperadilan register No. 2/Pid.Pra/2021/PN.Mlg tanggal 29 September 2021.

" Intinya semua dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menyatakan bahwa menimbang dan seterusnya, maka proses pemeriksaan penyidikan hingga penetapan pemohon sebagai tersangka sudah benar dan tepat sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku, karena telah ada bukti permulaan yang cukup dan dasar penahanan kepada pemohon sebagaimana Surat Perintah Penahanan No. PRINT-02/M.5.44/Fd.1/09/2021 tanggal 23 September 2021 juga sudah benar dan lengkap, sebagaimana uraian di atas, maka tindakan penahanan yang dilakukan oleh penyidik telah sah menurut hukum," tutupnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Batu Bakal Bangun Tempat Uji Kir

Kamis, 20 Januari 2022 | 13:25 WIB

Kejari Batu Lidik Dugaan Penyimpangan BPHTB dan PBB

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:26 WIB

KWB Futsal Club Raih Juara Liga Nusantara Jatim

Senin, 17 Januari 2022 | 19:25 WIB
X