• Senin, 29 November 2021

JPU Hadirkan Plt Bupati sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Nganjuk Nonaktif

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:09 WIB
Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat memberikan kesaksian.  (Tim Penerangan Kejari Nganjuk)
Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat memberikan kesaksian. (Tim Penerangan Kejari Nganjuk)
Nganjuk, koranmemo.com - Persidangan ke-8 perkara tindak pidana korupsi  terkait penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan terdakwa NRH Bupati Nganjuk (nonaktif) dan kawan-kawan, digelar dengan agenda pembuktian, Senin (18/10/2021).

Sidang kali ini berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya. Biasanya sidang dilakukan secara daring di dua tempat yang berbeda. Namun sidang kali ini, NRH Bupati Nganjuk (nonaktif) dan kawan-kawan didatangkan langsung di ruang sidang.

 Ini setelah terdakwa NRH Bupati Nganjuk (nonaktif) dan kawan-kawan, dijemput dari Rutan Kelas II B Nganjuk untuk disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya.

 Selain NRH, 6 terdakwa lainnya tersebut, yaitu MIM (asisten pribadi Bupati Nganjuk), Dup (Camat Pace), Tri (Mantan Camat Sukomoro), ES (Camat Tanjunganom), Har (Camat Berbek), dan BS (Camat Loceret).

 Selesai sidang, para terdakwa dibawa ke Cabang Rutan Klas 1 Surabaya, dengan penanggungjawab Andie Wicaksono, SH., MH., Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk.

 Dalam agenda pemeriksaan saksi (pembuktian) pada persidangan yang ke-8 ini, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) gabungan menghadirkan 13 orang saksi, salah satunya Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

 Adapun saksi-saksi laninnya berasal dari unsur aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Nganjuk hingga kepala desa (kades).

 Mereka dimintai kesaksian terkait dugaan uang setoran, untuk promosi jabatan ASN di kantor kecamatan dan pemkab, maupun tasyakuran pelantikan perangkat desa.

 Tim JPU gabungan meliputi tim dari Kejaksaan Agung yaitu Eko Baroto, SH., MH., dan tim dari Kejari Nganjuk yaitu Andie Wicaksono, SH., MH., dan Sri Hani Susilo, SH.

 Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut Suarta, SH., MH. dengan Anggota Majelis Hakim, Emma Ellyani, S.H., M.H., dan Abdul Gani, S.H., M.H., serta dihadiri penasihat para terdakwa.

 Dalam kesaksiannya, Marhaen Djumadi mengaku tidak tahu banyak terkait mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, saat ia masih menjabat wakil bupati mendampingi NRH.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X