• Senin, 29 November 2021

Majelis Hakim Nyatakan Kepemilikan Saham Bekas Wadir CV. Adhi Djojo Tidak Sah

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:01 WIB
ilustrasi suasana sidang di Pengadilan Negeri Nganjuk.  (Dok. Memo)
ilustrasi suasana sidang di Pengadilan Negeri Nganjuk. (Dok. Memo)
Nganjuk, koranmemo.com - Kepemilikan saham sebesar 10 persen atau Rp 100 juta dari jumlah saham keseluruhan Rp 1 miliar di CV. Adhi Djojo bagi Bagus Setyo Nugroho (BSN), bekas wakil direktur (wadir) pada perusahaan tersebut dinyatakan tidak sah.

Ini setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nganjuk menolak eksepsi tergugat BSN ke CV. Adhi Djojo sebagaimana tercantum dalam Akta Perusahaan Anggaran Dasar CV. Adhi Djojo Nomor 11 Tanggal 1 Oktober 2019 di hadapan Notaris Eko Sunu Jatmiko, SH, MKn, atas kepemilikan saham sebesar 10 persen atau dari jumlah saham keseluruhan.

Hakim menilai, BSN dalam pokok perkara hanya mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, dan menyatakan tidak sah kepemilikan saham tergugat sebagaimana Akta Perusahaan 11/2019 serta menyatakan tergugat telah melakukan wanprestasi.

Majelis hakim juga menghukum tergugat BSN untuk membayar biaya perkara Rp450 ribu.

"Sebagaimana putusan melalui E-Court Nomor 17/Pdt.G/2021/PN Njk, tergugat BSN dianggap tidak mempunyai saham sama sekali di CV. Adhi Djojo," kata Prayogo Laksono, SH, MH kuasa hukum penggugat Direktur CV. Adhi Djojo Muhammad Burhanul Karim, Selasa (19/10/2021).

Sementara itu, Imam Ghozali, SH, MH, kuasa hukum BSN ketika dikonfirmasi wartawan mengaku belum terima amar putusan tersebut.

"Saya belum tahu, dan belum terima amar putusan itu. Jadi saat ini saya belum bisa memberikan komentar atau mengambil sikap atas putusan tersebut," kata Imam.

Terpisah, Muhammad Burhanul Karim (penggugat), menyambut gembira atas amar putusan Pengadilan Negeri Nganjuk yang mengabulkan gugatannya, dan menolak eksepsi tergugat atas kepemilikan saham di CV. Adhi Djojo.

"Alhamdulillah, majelis hakim mengabulkan gugatan kami, dan menolak eksepsi tergugat," ucap direktur CV. Adhi Djojo ini.

Sebelumnya, kata Burhanul Karim, BSN diberhentikan secara hormat di CV. Adhi Djojo wadir.

"Awalnya BSN menganggap dirinya sebagai salah satu pemegang saham di perusahaan ini," jelasnya.

Pemberhentian dengan hormat BSN, kata dia, telah tercatat pada sistem administrasi Badan Usaha Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia Direktur Jendral Administrasi Hukum Umum Nomor : AHU-0036186-AH.01.16 Tahun 2020 tanggal 24 Nopember 2020.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X