• Senin, 29 November 2021

Dugaan Jual Beli Kios Pasar Wage Nganjuk, Plt Bupati Marhaen Langsung Merespon

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:21 WIB
Bedak atau kios sayur dan buah yang berada di Pasar Wage Nganjuk, bagian luar atau pinggir jalan.  (Inna/memo)
Bedak atau kios sayur dan buah yang berada di Pasar Wage Nganjuk, bagian luar atau pinggir jalan. (Inna/memo)

Nganjukkoranmemo.com - Tersiar kabar di media sosial (medsos) dugaan jual beli kios pasar wilayah Kabupaten Nganjuk. Bermula dari postingan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk yang ditanggapi warga net. 

Mulanya Marhaen Djumadi, Plt Bupati Nganjuk memposting seorang warga yang sedang mengikuti ajang pemilihan kader keamanan pangan tingkat nasional. Kemudian, pada kolom komentar seorang warga net dengan akun facebook Daffa Hafizh menyampaikan dugaan jual beli kios pasar di wilayah Kabupten Nganjuk.

“Izin lapor pak, masalah penggunaan kios pasar, banyak kios pasar yang diperjualbelikan dari pihak kedua ke pihak ketiga dengan harga puluhan juta bahkan sampai ratusan juta,” kata akun Daffa Hafiz pada kolom komentar.

Akun Daffa Hafiz melanjutkan laporannya secara spesifik. Terkadang ada petugas pasar yang terlibat juga, menurutnya ini adalah salah satu bentuk pelanggaran hukum. Namun disebutkannya, jika pemerintah Nganjuk bungkam mengetahui hal ini.

“Pemerintah seperti menutup mata dengan kejadian seperti ini. Kasihan pedagang baru yang ingin menggunakan kios yang tidak terpakai, harus membayar puluhan juta sampai ratusan ke pihak kedua,” tulis Daffa Hafiz.

Membaca komentar Daffa Hafiz Marhaen merespon laporan tersebut. Dia menanyakan lokasi dugaan jual beli kios pasar yang dimaksudnya. “Di mana mas,” jawab Marhaen menanggapi laporan tersebut.

Selanjutnya pemilik akun Daffa Hafizh mengungkapkan dengan informasi yang cukup mencengangkan. Sebab, ia membeberkan bahwa hampir di seluruh pasar di Nganjuk terjadi dugaan jual beli kios tersebut.

Bahkan disebutkan pula bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk tidak peduli dengan dugaan jual beli kios itu. Bukan hanya itu, dikatakan juga ternyata pemerintah tidak merespons laporan tersebut.

“Hampir terjadi di seluruh pasar di Kabupaten Nganjuk. Disperindag enggak mau tau, enggak ada respon setiap ada laporan saran kepada pemerintah, beri surat edaran kepada pedagang perihal aturan penggunaan kios pasar tradisional,” ungkapnya.

Penyampaian yang panjang lebar oleh Daffa Hafizh tersebut direspon dengan kalimat singkat oleh Marhaen. “Bagus ini,” tulis Marhaen.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X