• Rabu, 8 Desember 2021

Penerapan PTM di Surabaya Masih Batasi Siswa Masuk Sekolah 25 Persen

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:35 WIB
Kadindik Kota Surabaya Supomo saat diwawancarai terkait PTM di Surabaya. (fauzi/memo)
Kadindik Kota Surabaya Supomo saat diwawancarai terkait PTM di Surabaya. (fauzi/memo)

Surabaya, koranmemo.com - Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Surabaya terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Selain untuk mencegah klaster, juga menerapkan jumlah siswa yang masuk di sekolah masih membatasi sekitar 25 persen.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Surabaya Supomo menyampaikan, pihaknya mengutamakan tingkat utama keselamatan, dan berhati-hati agar tidak terjadi klaster di sekolah.
 
"Hal paling terutama, kami harapkan semua sekolah tidak lengah, atau sedikitpun mengabaikan protokol kesehatan (prokes)," kata Supomo, Kamis (21/10/2021).
 
Oleh karena itu, lanjut kata Supomo, setiap minggu terus dilakukan evaluasi PTM agar di kemudian hari dapat berjalan membaik.
 
"Ketentuan itu ada 50 persen, kita sekarang masih mengambil 25 persen. Dan nantinya akan dilaksanakan bertahap melalui pertimbangan ilmiah, maupun berkoordinasi dengan pakar epidemiologi," jelas Supomo.
 
Mantan Kadinsos Kota Surabaya ini mengaku, selama ini pihaknya tidak berjalan sendiri. Tetapi, senantiasa mengkoordinasikan dan meminta rekomendasi, sehingga langkah utama kesehatan maupun keselamatan pada anak.
 
"Kita lebih kuatkan lagi pada pengawasan yang juga melibatkan stakeholder. Agar transparansi lebih dirasakan bagi masyarakat Kota Surabaya," tuturnya.
 
Supomo mengatakan, erkait persoalan klaster, masih belum ada. Dia menyebut, jika ada satu dan dua saat dilakukan pengecekan mereka belum mengikuti PTM.
 
"Mereka sudah terkena saat tidak sekolah. Sehingga, kita akan lakukan apabila ada yang terkena sesuai dari surat keputusan bersama (SKB) empat menteri merujuk pada aturan Kemenkes RI. Yang kemudian, PTM dapat berjalan maksimal," imbuhnya.
 
Supomo menambahkan, para siswa akan terus dilakukan rutin mengikuti swab untuk pendeteksian dini yang kemungkinan khawatir dari anak-anak ada yang terkena.
 
"Upaya ini, kita sebagai pencegahan, tapi apabila ditemukan akan dilakukan pengobatan.
 
Reporter : M .Fauzi
Editor      : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP Jawa Timur 2022 Ditetapkan, Naik 1,22 Persen

Senin, 22 November 2021 | 18:45 WIB

Polrestabes Surabaya Siap Jaga Keamanan Jelang Nataru

Senin, 15 November 2021 | 21:09 WIB
X