• Senin, 29 November 2021

Ponsel Rusak Dibuat Gantian Bertiga saat Daring

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:44 WIB
Mbah Kasih (kanan) bersama kedua cucunya yang sedang sekolah daring. (inna/memo)
Mbah Kasih (kanan) bersama kedua cucunya yang sedang sekolah daring. (inna/memo)

Nganjuk, koranmemo.com - Tiga anak yang hanya tinggal bersama neneknya di RT 04/RW 05 Dusun Batu Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk harus berbagi ponsel untuk sekolah daring.

Mereka bertiga, yakni Nabila Lintang Nurwiyana, Neila Nur Cahyani, M Rizki Nur Wijaya, diasuh oleh sang nenek, Mbah Sukasih di rumahnya, wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
 
Nabila Lintang Nurwiyana (15) si sulung dari tiga bersaudara kini duduk di bangku kelas X SMAN 1 Pace. Kemudian Neila Nur Cahyani (13) kini kelas VIII SMPN 1 Pace. Sedangkan bungsu Muhammad Rizki Nur Wijaya (10) masih kelas V di SDN 3 Joho.
 
Tiga yatim yang masih berstatus pelajar ini memiliki satu telepon seluler (ponsel) yang sudah rusak. Ponsel dalam keadaan tidak layak pakai itu terpaksa digunakan Nabila dan kedua adiknya supaya tidak ketinggalan mata pelajaran selama proses sokolah online.
 
“Bagaimanapun keadaannya, harus digunakan  untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah,” tegas Nabila, menunjukkan keadaan ponsel yang sudut-sudut layarnya sudah retak, Kamis (21/10/2021).
 
Sebagaimana diketahui, selama pandemi Covid-19 sekolah melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring). Hanya satu ponsel itulah yang bisa mereka andalkan.
 
Padahal mulanya ponsel dibeli dalam keadaan bekas oleh sang ayah. “Karena ayah tidak memiliki biaya untuk membeli ponsel baru,” ujar Nabila.
 
Namun kini sang ayah Heri Nurwiyanto (42) terhitung sudah dua bulan ini meninggalkan mereka, dan sudah menikah lagi kemudian menetap di Surabaya. Mujiati, ibu dari Nabila Lintang Nurwiyana, Neila Nur Cahyani dan M Rizki Nur Wijaya meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas pada tahun 2012 silam.
 
“Anak cuma satu, sudah meninggal dunia sembilan tahun yang lalu,” kata Mbah Kasih.
 
Sedangkan Mbah Kasih diduga mengidap tumor. Sejak tahun 2020, perut Mbah Kasih terasa mengalami kelainan. Waktu itu, dia mengira sedang sakit lambung. Kakinya sakit dan pegal-pegal. Seiring bertambahnya waktu, perutnya kian membesar.
 
Dia bersama menantunya, Heri Nurwiyanto dan cucunya mencari pengobatan alternatif hingga medis. Hal itu dilakukan, guna mendapat kesembuhan. Dugaanya, mulai dari sakit lambung hingga tumor.
 
“Ada yang bilang tumor, kristal, saraf kecepet, kasep, belum pernah diperiksakan ke dokter, hanya alternatif,” kata Mbah Kasih.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering dibantu warga sekitar. “Kadang-kadang ada orang yang mengerti (peduli), beri sangu (uang saku, red) untuk ndok-ndok e, (kedua cucu perempuan, red),” kata Mbah Kasih.
 
Untuk memasak, Mbah Kasih dibantu Lintang dan Neila. Mereka berdua memasak seadanya menggunakan tungku dengan kayu bakar.
 
Sebab, mereka tidak memiliki kompor dan gas untuk memasak. Adapun menu yang dimasak juga seadanya. “Makan seadanya, kadang sama sambel kecap saja,” kata Mbah Kasih.
 
Sementara itu, Neila mengatakan, biasanya sepulang sekolah, dirinya dan Lintang langsung bersih-bersih rumah dan memasak. Untuk memasak, mereka sudah terbiasa mencari kayu, padi dan jagung.
 
“Ya biasanya kalau ada asakan (memungut sisa padi, red) dikabari tetangga,” kata Neila.
 
Setelah diberitakan dan viral di medsos, Mbah Kasih dengan tiga cucunya mulai mendapatkan bantuan dari berbagai donatur.
 
Mereka juga dibantu pihak desa setempat untuk mendapat BPJS Kesehatan. Supaya biaya pengobatan gratis di rumah sakit bisa segera didapatkan.
 
Selain itu, tiga anak yatim yang biasanya berangkat dan pulang ke sekolah ikut temannya karena tidak memiliki kendaraan, kini sudah ada 3 unit sepeda bantuan dari donatur.
 
Bukan hanya itu, sembako, alat masak, tikar dan meja belajar juga mulai ada di rumah Mbah Kasih.
 
Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor      : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X