• Rabu, 8 Desember 2021

Mengaku Bisa Masukkan Taruna Akpol, Tipu Korban Miliaran Rupiah

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:58 WIB
Tersangka dan barang bukti saat dibeber dalam konferensi pers. (Humas Polda Jatim)
Tersangka dan barang bukti saat dibeber dalam konferensi pers. (Humas Polda Jatim)

Surabaya, koranmemo.com – Mengaku staf khusus (Stafsus) di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), HNA (40) asal Surabaya dibekuk Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Ini setelah dia menipu miliaran rupiah dengan dalih bisa memasukkan seseorang dalam seleksi penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2021.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban asal Surabaya dan Kabupaten Jember yang merasa ditipu oleh pelaku.

“Kejadiannya pada Kamis 14 Oktober 2021 kemarin,” ujar Kombes Pol Gatot Repli Handoko Kabid Humas Polda Jawa Timur dalam konferensi pers, Jumat (22/10/2021).

Atas kejadian tersebut, kata Gatot, kedua korban mengalami kerugian sebesar Rp2.197.100.000.

Rinciannya, korban NHP menyerahkan uang sebesar Rp1.085.000.000, sedangkan korban berinisial TC, menyerahkan uang sebesar Rp1.112.100.000.

“Ulah tersangka dalam aksi penipuan akan dijerat pasal 378 KUHP yang ancaman hukuman paling lama empat tahun penjara,” sebut Gatot.

Untuk memuluskan aksinya, lanjut Gatot, pelaku mengaku salah satu staf khusus (Stafsus) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

“Modusnya, tersangka menjanjikan korban dengan berdalih bisa memasukkan seleksi Taruna Akpol Tahun 2021,” urainya.

Gatot mengatakan, pelaku sendiri sebenarnya bukan bagian anggota Wantannas. Terkait penipuan yang dilakukannya, sudah banyak laporan yang diterima Polda Jawa Timur.

"Hingga sampai saat ini, masih 2 korban yang dapat ditindaklanjuti, dugaan dimungkinkan masih ada banyak korban lainnya merasa tertipu oleh tersangka," beber Gatot.

Sementara, barang bukti yang diamankan 1 unit ponsel, 2 dua lembar tanda terima peserta, beberapa rekening dan bukti transfer, Bilyet Giro tertanggal 13 Agustus 2021, dan surat keterangan penolakan Bank BRI tanggal 18 Agustus 2021.

Sementara itu, Wadir Reskrimum Polda Jawa Timur AKBP Ronald Purba, didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono menambahkan, tersangka melakukan penipuan dengan meminta sejumlah uang pelicin kepada korbannya.

“Setelah uang itu diserahkan, korban dinyatakan tak lolos seleksi Akpol. dan hingga sekarang uang belum dikembalikan oleh tersangka," ujar Ronald.

"Tersangka menjanjikan akan membantu memasukkan anak korban melalui jalur kuota khusus yang tanpa tes. Karena, tersangka mengaku mempunyai kenalan pejabat Polri," ungkap Ronald.

Setelah korban menyetujui, tersangka HNA meminta uang kepada korban secara bertahap.

Karena anaknya dinyatakan tidak lolos seleksi Akpol, korban meminta seluruh uang yang telah diserahkan kepada tersangka HNA untuk dikembalikan.

“Akhirnya tersangka HNA memberikan Bilyet Giro. Namun, setelah dikliringkan ke Bilyet Giro tidak bisa dicairkan karena rekening sudah ditutup," papar Ronald.

Reporter : M. Fauzi
Editor : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP Jawa Timur 2022 Ditetapkan, Naik 1,22 Persen

Senin, 22 November 2021 | 18:45 WIB

Polrestabes Surabaya Siap Jaga Keamanan Jelang Nataru

Senin, 15 November 2021 | 21:09 WIB
X