• Senin, 29 November 2021

Tekan Angka Laka Lantas Pelajar, Ini Yang Dilakukan Polrestabes Surabaya

- Senin, 25 Oktober 2021 | 20:41 WIB
Iptu H. Anwar, S.H., Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya saat memberikan keterangan di ruang kerjanya (fauzi/memo)
Iptu H. Anwar, S.H., Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya saat memberikan keterangan di ruang kerjanya (fauzi/memo)
Surabaya, koranmemo.com - Demi menekan angka kecelakaan lalulintas yang kerap kali melibatkan pelajar di Kota Surabaya, pihak Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya mengimbau kepada siswa siswi atau pelajar agar selalu mentaati rambu lalu lintas dan etika berkendara di jalan untuk tidak ugal-ugalan.

"Kita sampaikan, kendarailah kendaraan bermotor yang sewajarnya, jangan kebut-kebutan di jalan. Dan taati tata tertib berlalulintas," kata Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si., melaluii Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Iptu H. Anwar, S.H., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (25/10).

Bagi pelajar belum cukup umur, dikatakan kembali, diharapkan untuk sementara tidak menggunakan kendaraan bermotor, karena, mereka (pelajar) itu tergolong berjiwa muda.

Jadi, akan dampak tersebut, tidak memikirkan semisal melanggar seperti, ugal-ugalan, tidak memakai helm standar, maupun tali pengikat helm tidak sampai klik. Maka, risiko cukup fatal menimbulkan angka kecelakaan.

"Kita sering mengetahui di jalan raya, mereka pelajar itu melanggar lalu lintas berboncengan tiga, serta melawan arus di jalan. Sehingga, oleh petugas lalu lintas di jalan raya tetap memberlakukan tindakan tegas dengan sanksi tilang," tuturnya.

Oleh karena itu, Iptu Anwar berharap, bagi orangtua maupun guru pengajar di sekolah agar tetap memberikan pemahaman terkait tata tertib berkendara dengan baik. Paling tidak menghargai pengguna jalan lainnya.

Dengan itu, akan bermanfaat bagi mereka. Sedangkan, bagi belum cukup usia, diharapkan agar tidak di izinkan memiliki surat izin mengemudi (SIM)," katanya.

Untuk kapasitas pelajar diperbolehkan memiliki SIM, yakni, mulai usia 17 tahun.

"Boleh mengendarai kendaraan bermotor, tetapi usia sudah cukup sekitar 17 tahun dan itupun diperbolehkan juga memiliki SIM C dan SIM A," imbuhnya.

Menurut Anwar, pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya melalui guru pengajar agar siswa siswinya diberikan edukasi tata cara berkendara di jalan.

"Kita selalu sosialisasi ke tempat sekolah melalui bidang Kamsel Lantas, yang tujuannya untuk mengedukasi kepada siswa siswinya akan faham dalam berkendara di jalan. Bagi kami, angka kecelakaan diawali dari pelanggaran oleh sebab itu, patuhi aturan lalu lintas yang sudah berlaku," tuturnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu
 
 

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

UMP Jawa Timur 2022 Ditetapkan, Naik 1,22 Persen

Senin, 22 November 2021 | 18:45 WIB

Polrestabes Surabaya Siap Jaga Keamanan Jelang Nataru

Senin, 15 November 2021 | 21:09 WIB

Dindik Kota Surabaya Gelar LPPS SMP/MTS Negeri

Selasa, 9 November 2021 | 18:08 WIB
X