• Rabu, 8 Desember 2021

Jika Terdapat Kluster Sekolah, Disdik Telah Miliki SOP

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:33 WIB
Peserta didik SD mengikuti PTMT yang sudah dimulai sejak September 2021 kemarin. (dhita/memo)
Peserta didik SD mengikuti PTMT yang sudah dimulai sejak September 2021 kemarin. (dhita/memo)

Kediri, koranmemo.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri telah mengumumkan jika ada 3 peserta didik yang positif Covid-19 pada tes cepat acak pada Jumat (22/10) lalu. Mengantisipasi risiko yang akan muncul pada saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) jika ada peserta didik yang positif Covid-19.

Sekretaris Disdik Kota Kediri, Marsudi Nugroho menjelaskan seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Disdik tetap menjalankan PTMT seperti biasa. Menurutnya dalam tes acak kemarin tidak ada peserta didik dari tingkat PAUD sampai SMP yang terkonfirmasi postif.

“Iya memang kemarin ada pengumuman 3 peserta didik positif tes cepat Covid-19. Tapi lembaga pendidikannya tidak berada di bawah kami. Dari Kemenag dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Kendati masih tidak ada peserta didik PAUD dan SMP yang terkonfirmasi pada tes acak pekan lalu, Disdik telah melakukan antisipasi jika risiko penularan bahkan terjadi kluster di sekolah selama pandemi Covid-19. Seperti diantaranya berkoordinasi dengan pihak terkait atau berwenang menangani Covid-19 serta melakukan pelacakan dan perlakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Paling penting dalam SOP,  Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tidak perlu panik. Selain itu PTK, sekolah, dan dinas harus mengamankan mental peserta didik jika terjadi kluster,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan ada 22 sekolah yang menjadi tempat tes acak. Dari situ terkumpul 499 sampel sebanyak 496 negatif tes cepat Covid-19. Tes acak dilakukan oleh seluruh Puskesmas di Kota Kediri pada sekolah yang berada di wilayah fasilitas kesehatan tersebut.

“Selanjutnya dari hasil tersebut kami menyampaikan bahwa tindak lanjut sudah dilakukan oleh puskesmas setempat dan akan dilakukan evaluasi dan pemantauan ketat berjalannya PTM terbatas,” katanya.

Tes cepat juga didampingi oleh babinsa dan bhabinkamtibmas untuk menjaga kelancaran tes. Tidak hanya peserta didik, guru dan pesuruh juga menjadi sasaran tes cepat. Deteksi dini ini dilakukan sebagai langkah kewaspadaan memasuki penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 1 di Kota Kediri.(dia)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor: Della Cahaya

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Kota Kediri Naik, Cuma Segini Ternyata

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:55 WIB

Lewat CTTC 2021, Pemkot Kediri Optimis Cetak Atlet 

Minggu, 5 Desember 2021 | 20:14 WIB

Kecelakaan Tunggal di Plemahan, Pelajar Tewas

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:55 WIB
X