• Senin, 29 November 2021

Sembilan SMP Mulai Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:45 WIB
Salah satu siswa sedang memindai aplikasi Pedulilindungi (Ist)
Salah satu siswa sedang memindai aplikasi Pedulilindungi (Ist)


Blitar, koranmemo.com- Penerapan new normal di Kota Blitar juga berimbas ke dunia pendidikan. Sembilan sekolah atau SMP kini sudah menerapkan atau memasang aplikasi PeduliLindungi. 

Sembilan SMP yang sudah menerapkan aplikasi berbasis barcode itu statusnya negeri atau milik Pemkot Blitar.
 
 Harapannya sekolah lain atau swasta bisa mengikuti aturan serupa sebagai bukti SMP sudah menerapkan aturan new normal. 
 
"Sesuai dengan rencana sembilan SMP sudah terpasang aplikasi PeduliLindungi. Jadi siswa yang bakal masuk sekolah wajib untuk mengakses," kata Kepala Bidang (kabid) Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat, Selasa (26/10). 
 

Dijelaskan Didit sembilan sekolah itu yakni sembilan SMP di Kota Blitar. Mulai SMPN 1 di Jalan Ahmad Yani Kota Blitar hingga SMPN 9 di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. Aplikasi yang tertulis PeduliLindungi itu sudah terpasang di pintu masuk sekolah. 
 
 
Teknisnya siswa yang bakal masuk wajib memindai barcode. Nah, bagi yang sudah bisa memindai bisa langsung masuk sekolah atau mengikuti pelajaran. 
 
 
Aturan itu tak hanya berlaku bagi siswa saja, tetapi juga tamu. Pihaknya memastikan siswa atau guru tak mengalami kendala. Karena mayoritas sudah menjalani vaksin. Baik vaksin dosis pertama atau kedua. 
 

Didit mengatakan lagi, pemasangan barcode aplikasi itu sebagai bentuk, bahwasanya dunia pendidikan di Kota Blitar sudah siap dalam menyambut penerapan new normal atau level 1. 
 
 
Pria berkacamata ini menambahkan pemasangan aplikasi juga bakal dilakukan di jenjang sekolah lain. Di antaranya SD. Hanya saja, untuk SD perlu persiapan lebih matang lagi. Karena kaitannya dengan sasaran.
 
 
 Sementara untuk SD, siswa yang divaksin hanya berusia 12 tahun ke atas atau minimal kelas 6. "Yang jelas untuk percobaan SMP dulu," katanya..
 

Sementara itu civitas SMP menyambut baik dengan penerapan new normal. Di SMPN 1 Blitar misalnya. Sekolah yang berlokasi di samping Telkom  Blitar ini sudah memasang barcode sesuai dengan instruksi dinas. 
 
 "Ada beberapa ruang yang kami pasang barcode. Jadi siswa dan guru yang masuk kelas wajib menscan setelah sebelumnya menginstall ponsel dengan aplikasi," kata Kepala SMPN 1 Blitar, Kateman. 
 
 
Sejauh ini, penerapan tak menemui kendala. Para siswa dan tenaga pengajar bisa mengaplikasikan dengan mudah. Hanya saja ada beberapa yang kesulitan memindai karena kadang lupa login. 
 
 
Reporter Abdul Aziz
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Ini Kata BKD Soal ASN Pemkot Blitar yang Terima Bansos

Jumat, 26 November 2021 | 17:57 WIB

Sembilan ASN Masuk Daftar Penerima Bansos 

Kamis, 25 November 2021 | 21:30 WIB

Gagal Menanjak, Truk Boks Nyaris Nyemplung Jurang

Rabu, 24 November 2021 | 19:12 WIB

Hujan Lebat Robohkan Rumah di Kanigoro 

Rabu, 17 November 2021 | 07:06 WIB
X