• Senin, 29 November 2021

Candi Songgoriti: Konon Dibangun Pada Masa Perpindahan Jawa Tengah Ke Jawa Timur

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Candi Songgoriti
Candi Songgoriti

Batu, koranmemo.com - Siapa yang tak kenal dengan wilayah obyek wisata Songgoriti Kota Batu? Tak bisa dipungkiri, obyek wisata Songgoriti sudah familiar di telinga pecinta wisata tanah air, khususnya Jawa Timur. Obyek wisata juga dikenal dengan banyaknya home stay atau villa yang ditawarkan kepada para wisatawan yang ingin berlibur di Kota Batu. Tapi jangan salah, wisata Songgoriti yang dikenal dengan villanya ternyata mempunyai sejarah yang menarik untuk disimak.

Obyek wisata Songgoriti berada di Desa Songgokerto Kecamatan Kota Batu, yang merupakan salah satu wisata tertua di Kota Batu. Selain Selecta di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, obyek wisata legendaris Kota Batu ini juga menyimpan sejarah pada masa kerajaan dahulu karena terdapat sebuah candi yang bernama Songgoriti atau dikenal dengan Candi Supo.

Perlu diketahui, jika Candi Songgoriti atau Candi Supo merupakan termasuk candi paling tua di Jawa Timur. Bisa dibilang tertua, karena Candi Songgoriti ini sangat aneh dan beda dengan candi-candi yang lain. Pasalnya candi ini didirikan di atas air yang memiliki suhu sangat mencolok. Satunya berupa air panas yang rata-rata bersuhu 47,5 derajat celsius, sedangkan sekitar satu meter dari air panas itu terdapat sumber yang sama sekali tidak panas.

Dari informasi yang diperoleh, jika candi Songgoriti ini tidak sama dengan candi yang lain dikarenakan candi ini dibangun di atas sumber air panas dan air dingin. Untuk kandungan air panas, Candi Songgoriti mengandung zat besi zat baja dan yodium dengan panas air rata-rata 47,5 derajat celsius. Sehingga air panas dari Songgoriti dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Baca Juga: Rahasia Aroma Kayu Gaharu, Ini Penjelasannya

Selain itu, dari riwayat yang tertulis Candi Songgoriti dibangun pada tahun 888 M di masa pemerintahan Mpu Sindok. Candi dibanguan oleh Mpu Supo yang kini makamnya berada tak jauh dari candi tersebut, dalam legenda pembangunan candi itu dulu di kawasan candi merupakan kawah air panas yang tidak bisa dihuni oleh manusia.

Kemudian setelah dibangun candi oleh Mpus Supo maka sumber air panasnya mengecil, sehingga kawasan yang menjadi perbatasan Gunung Arjuno dan Gunung Kawi tersebut kini bisa dihuni.

Candi Songgoriti ditemukan kali pertama oleh seorang arkeolog Belanda bernama Van I Isseldijk tahun 1799 M, kemudian pelaksanaan renovasinya dilakukan oleh arkeolog Belanda lainnya yaitu Rigg tahun 1849 M dan Brumund pada tahun 1863 M. Tahun 1902 M, Knebel melakukan inventarisasi situs Candi Songgoriti dan dilanjutkan dengan renovasi besar-besaran tahun 1921 M. Renovasi terakhir dilaksanakan pada tahun 1938.

Candi Songgoriti yang juga disebut dengan Candi Supo ini adalah satu-satunya candi peninggalan Mpu Sindok di kota Batu. Dia adalah raja pertama kerajaan Medang periode Jawa Timur yang memerintah sekitar tahun 929-947 M. Masa pembangunan Candi Songgoriti belum dapat diketahui dengan pasti, tetapi diduga candi ini didirikan pada masa perpindahan kekuasaan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur sekitar abad 9-10 M.

Menurut sejarah, Candi Songgoriti ini berawal dari keinginan Mpu Sindok yang ingin membangun tempat peristirahatan bagi keluarga kerajaan di pegunungan yang di dekatnya terdapat mata air. Seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo diperintah Mpu Sindok untuk membangun tempat tersebut.

Dengan upaya yang keras, akhirnya Mpu Supo menemukan kawasan yang sekarang lebih dikenal sebagai kawasan wisata Songgoriti. Atas persetujuan Raja, Mpu Supo mulai membangun kawasan Songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan beserta sebuah candi.

Baca Juga: Ban Mobil Dikempes, Uang Koperasi Rp 427 Juta Raib di Depan Pasar Wlingi Blitar

Di tempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. Mata air dingin tersebut sering digunakan untuk mencuci keris-keris bertuah sebagai benda pusaka dari kerajaan Sindok.

Mengingat benda-benda kerajaan yang dicuci tersebut bertuah serta mempunyai kekuatan supranatural dan magis yang maha dahsyat, akhirnya sumber mata air yang semula terasa dingin dan sejuk berubah menjadi sumber air panas. Sumber air panas itupun sampai saat ini menjadi sumber abadi di kawasan Wisata Songgoriti.

Penulis: Arief Juli Prabowo
Editor: Della Cahaya

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arumi Bachsin Gelar Aksi Tanam Pohon di Batu

Minggu, 28 November 2021 | 06:16 WIB

Jumat Berkah, Ini yang Dilakukan Satlantas Polres Batu

Jumat, 26 November 2021 | 15:40 WIB

Karut Marut PAD Parkir Di Kota Batu, Ini Penyebabnya

Jumat, 26 November 2021 | 12:48 WIB

Rawan Longsor, Waspada Saat Melintas Jalur Payung

Kamis, 25 November 2021 | 12:35 WIB

Semarakkan Festival TV Desa, Diskominfo Gelar Workshop

Kamis, 25 November 2021 | 09:45 WIB

Sungai Ledok Meluap ,Polisi Bersihkan Sampah 

Selasa, 23 November 2021 | 19:46 WIB

Hujan Deras Kota Batu Banyak Sungai Meluap

Selasa, 23 November 2021 | 16:51 WIB
X