• Rabu, 8 Desember 2021

Tak Terapkan Tarif PCR dari Pemerintah, Izin Bisa Dicabut

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:16 WIB
Reagen tes cepat yang digunakan pada awal pandemi Covid-19 lalu.  (dhita/memo)
Reagen tes cepat yang digunakan pada awal pandemi Covid-19 lalu. (dhita/memo)

Kediri, koranmemo.com - Pemerintah Kota Kediri telah menerapkan tarif tes PCR Covid-19 menjadi Rp 275 ribu per orang.
 
Harga tersebut harus diberlakukan pada setiap laboratorium atau rumah sakit yang memiliki fasilitas tes PCR.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima menjelaskan penetapan batas tarif tertinggi tertuang dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK 02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR.
 
“SE efektif berlaku mulai Rabu (27/10/2021). Kami telah memberikan surat pada laboratorium atau RS untuk menerapkan batas tarif tersebut,” kata Fauzan, Kamis (28/10/2021).
 
Tarif tersebut berlaku pada tes PCR dengan durasi hasil tes maksimal 1 x 24 jam dari pengambilan sampel.

Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, ini Harapan Wakil Bupati Kediri

Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan jika masih ada RS atau laboratorium yang menggunakan tarif lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
 
“Kami telah meminta agar RS atau laboratorium menerapkan batas tarif tersebut. Jika tidak pemerintah bisa memberikan sanksi,” imbuh Fauzan.
 
Adapun sanksi yang diberikan oleh pemerintah daerah adalah pencabutan izin. Langkah tersebut akan diambil jika pembinaan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berwenang tidak dipatuhi oleh RS atau laboratorium.
 
“Jika ada yang masih melebihi batas tarif yang berlaku di Pulau Jawa Bali maka kami bisa melakukan teguran secara lisan atau tulisan. Jika tidak diindahkan makan kami bisa mencabut izin operasional RS atau laboratorium tersebut,” tuturnya.
 
Adapun RS yang memiliki fasilitas tes PCR di Kota Kediri antara lain RSUD Kilisuci, RS Bhayangkara, RSM AD, dan RS Baptis. Sedangkan untuk laboratorium diantaranya, Lab Prodia, Lab Ultramedika, dan Lab Sima.
 
“RSUD Kilisuci punya fasilitas PCR tapi tidak untuk umum, hanya untuk kepentingan diagnosa pasien RSUD Gambiran dan tracing Dinkes Kota Kediri. Selain itu bisa bisa melayani PCR warga umum,” tutupnya.
 
Reporter : Dhita Septiadarma
Editor : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Kota Kediri Naik, Cuma Segini Ternyata

Selasa, 7 Desember 2021 | 19:55 WIB

Lewat CTTC 2021, Pemkot Kediri Optimis Cetak Atlet 

Minggu, 5 Desember 2021 | 20:14 WIB

Kecelakaan Tunggal di Plemahan, Pelajar Tewas

Minggu, 5 Desember 2021 | 19:55 WIB
X