• Kamis, 27 Januari 2022

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Daop 7 Siagakan AMUS

- Rabu, 10 November 2021 | 18:02 WIB
Proses penambahan batu dengsn menggunakan AMUS.
Proses penambahan batu dengsn menggunakan AMUS.
Blitar, koranmemo.com - Memasuki musim hujan dengan intensitas yang tinggi di beberapa wilayah, PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun melakukan berbagai upaya yang mengedepankan keselamatan.
 
Upayanya  dengan menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) di beberapa titik yang dapat menjangkau lokasi apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, amblesan dan tanah longsor.

Adapun AMUS ini terdiri dari batu, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel dan alat siaga lainnya yang telah ditempatkan di 13 titik wilayah Daop 7 Madiun
 
"Masing-masing di Stasiun Walikukun, Ngawi, Magetan, Madiun, Caruban, Bagor, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Sumobito, Kediri, Tulungagung, dan Blitar," ucap Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Rabu (10/11).
 
 
 
Ixfan mengatakan Daop 7 Madiun juga menyiapkan tim reaksi cepat flying gank untuk menjaga keandalan perjalanan kereta api.
 
Tim ini akan melakukan pemeriksaan rutin jalur KA untuk mengantisipasi gangguan alam serta meminimalisir risiko dan mempercepat penanganan jika sewaktu-waktu terdapat dampak dari cuaca ekstrim pada operasional KA.
 
 “Tenaga flying gank disiagakan 24 jam apabila terjadi rintang jalan ataupun peristiwa luar biasa hebat,” jelas Ixfan.

Ixfan mengatakan saat ini setidaknya terdapat 13 titik rawan banjir yang memiliki potensi luapan air di wilayah Daop 7 Madiun, di antaranya  kilometer  212+972 antara Stasiun Walikukun – Kedungbanteng, kilometer 193+142 antara Stasiun Ngawi – Kedunggalar, kilometer 166+459 antara Stasiun Madiun – Magetan kilometer 136+380 antara Stasiun Bagor – Saradan, kilometer 109+718 antara Stasiun Baron – Sukomoro. Ada pula kilometer  93+820 antara Stasiun Sembung – Kertosono, kilometer 183+84 antara Stasiun Ngadiluwih – Kediri, kilometer 173+572 antara Stasiun Kras – Ngadiluwih. Ada pula kilometer 133+723 antara Stasiun Blitar – Rejotangan, kilometer  107+933 antara Stasiun Garun – Talun, kilometer 109+491 antara Stasiun Garun – Talun, kilometer 110+480 antara Stasiun Garun – Talun, kilometer 116+203 antara Stasiun Garun - Talun. 
 
Ixfan menambahkan hal lain yang juga dilakukan oleh Daop 7 Madiun adalah dengan menebang pohon yang bersiko tumbang. Serta pengecekan dan pembersihan maupun normalisasi saluran air. "Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, nyaman dan sehat, bagi pelanggan kami," tutup Ixfan.
 
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejam, Migor Rp 14 Ribu Ludes Diserbu Warga Blitar

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:37 WIB

Kota Blitar Gandeng Asidewi Luncurkan Paket Wisata 

Minggu, 23 Januari 2022 | 11:15 WIB

Antusiasme Warga Tinggi, BPN Lanjutkan Program PTSL

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:40 WIB

Hujan Angin Satu Jam, Pohon Timpa Dua Rumah di Blitar

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:55 WIB
X