• Kamis, 27 Januari 2022

Kades Sukoharjo Tegaskan Tak Pernah Tolak Warganya Urus Surat Kematian 

- Rabu, 17 November 2021 | 07:14 WIB
Harsono, Kades Sukoharjo saat di kantor desa (muji/memo)
Harsono, Kades Sukoharjo saat di kantor desa (muji/memo)

 

 
Nganjuk, koranmemo.com - Disebut-sebut menolak dua warganya saat hendak mengurus surat kematian kakak kandung mereka, Kepala Desa (Kades) Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk, Harsono angkat bicara.
 
Dua warga yang dimaksud Kades Harsono adalah dua bersaudara Sariman dan Sipan, yang ingin  mengurus surat kematian kakak kandung mereka, Almarhum Paiman. 
 
Kades Harsono menyebut, pihaknya tidak pernah menolak warganya dalam mengurus administrasi apapun. Bahkan pihaknya menerapkan pelayanan 24 jam.
 
 
 
"Sampai hari ini kedua warga saya ini tidak pernah mendatangi Kantor Desa Sukoharjo atau menemui saya untuk keperluan tersebut," ujar Harsono, kepada koranmemo.com Senin (15/11/2021). 
 
Hanya saja, kata Kades Harsono, ada dua orang yang mengaku sebagai perwakilan Sariman dan Sipan, dan beberapa kali menemuinya. 
 
Keduanya menurut Kades Harsono mengaku sebagai kuasa hukum Sariman dan Sipan, dan terkadang datang bersama seorang perempuan muda, yang diakui mereka sebagai keluarga Sariman dan Sipan. 
 
 
 
"Namun setiap saya minta surat kuasa, kedua orang tersebut tidak bisa menunjukkan. Baru beberapa hari kemudian bisa menunjukkan," imbuh Harsono. 
 
Lain halnya jika Sariman dan Sipan sendiri yang datang menemuinya, lalu mengutarakan maksud mereka untuk mengurus surat kematian, Kades Harsono menegaskan pasti akan melayaninya. 
 
"Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak pernah menolak permintaan warga yang membutuhkan pelayanan apapun, termasuk surat kematian," tutur kades yang punya julukan beken "Lurah Gatak" tersebut. 
 
 
 
Untuk diketahui, sebelumnya Ibnoe Sahidin dan Rio Fernandia Putra, tim dari Kantor Hukum Djatmiko & Partners, mendatangi 
Kantor Desa Sukoharjo pada Kamis (4/11/2021). 
 
Mereka mengklaim sebagai kuasa hukum Sariman dan Sipan, dan mengajukan surat kematian Almarhum Paiman, berikut surat kematian kedua orangtua Paiman. 
 
Surat kematian tersebut nantinya akan digunakan untuk mengurus perkara hak waris atas aset tanah sawah seluas 175 ru dan tanah pekarangan 25 ru, peninggalan Almarhum Paiman, yang kini sudah diwariskan kepada Saminem, istri Almarhum Paiman. 
 
Kades Harsono saat itu tidak langsung menyanggupi permintaan tersebut.
 
 
 
Selain karena Sariman dan Sipan tidak datang langsung, Harsono juga mempertimbangkan latar belakang masalah warisan antara Sariman dan Sipan dengan istri Almarhum Paiman 
 
"Kalau misalnya saya disuruh Pak Camat atau disuruh Pak Bupati (untuk mengeluarkan surat kematian), ya saya siap, sesuai tugas pokok dan fungsi kepala desa," ujar Kades Harsono saat itu.
 
"Tapi kalau menyuruh orang lain saya nggak mau. Kenapa? Karena nanti kalau ada salah langkah, kami yang menanggung beban," imbuhnya.
 
Editor : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Booster untuk Pegawai Kejari Nganjuk

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:32 WIB

Ibu-ibu di Nganjuk Antre Migor Satu Harga

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:17 WIB

Jelang PTM, 2 SDN di Ngluyu Rusak

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:13 WIB

Musim Hujan Debit Air Bendungan Sungai Badug Meningkat

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:32 WIB

Kunjungi Polres Nganjuk, Ini Pesan Kadivpropam Polri

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:05 WIB

Puluhan Personel Polres Nganjuk Dites Urine Dadakan

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:51 WIB
X