• Kamis, 27 Januari 2022

Fosil Gading Gajah Sepanjang Tiga Meter di Evakuasi BPSMP Sangiran

- Rabu, 17 November 2021 | 13:40 WIB
Proses evakuasi fosil gading gajah di petak 47 dan 49 kawasan Hutan Tritik. (istimewa)
Proses evakuasi fosil gading gajah di petak 47 dan 49 kawasan Hutan Tritik. (istimewa)

Nganjuk, koranmemo.com - Fosil gading sepanjang 2,7 meter dievakuasi Tim penyelamatan fosil dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di petak 47 dan 49 kawasan Hutan Tritik, Kabupaten Nganjuk.

Ketua tim penyelamatan fosil dari BPSMP Sangiran, Albertus Nikko Suko Dwiyanto menjelaskan, bahwa puhaknya belum bisa memastikan jenis fosil gading gajah.

Selain itu Nikko memperkirakan fosil gading gajah purba yang berhasil diekskavasi panjangnya lebih dari 3 meter, bukan 2,7 meter.

“Sebab, fosil gading tersebut saat ditemukan dalam kondisi tak lagi utuh,” jelas Nikko kepada Koranmemo com Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Tumbuh Pesat, Komunitas Hidroponik Kota Kediri Jadi Jujukan Magang

Baca Juga: Hill House Terima Penghargaan Pengelolaan Lingkungan Hidup

“Kalau aslinya ini kemungkinan lebih panjang dari 2,7 meter, karena waktu penemuannya itu dia di pangkalnya di tebing, dan kemudian di bawahnya sudah ada pecah-pecahan (fosil),” sambungnya.

Nikko memperkirakan fosil hewan purba yang diekskavasi berumur kurang lebih 900.000 tahun.

“Kalau dari lapisan tanah yang di sini ( Hutan Tritik ) tidak beda jauh dengan Sangiran, ya kurang lebih 900 ribu tahun yang lalu,” sebutnya.

Selain gading gajah purba sepanjang 2,7 meter dan 80 sentimeter, tim dari Sangiran juga mengevakuasi fosil rusuk gajah purba 1,3 meter, fosil tanduk banteng purba, fosil rahang atas gajah purba ‘stegodon’, dan fosil tanduk banteng purba ‘epileptobos’ tidak jauh dari ditemukannya gading gajah.

Sejauh ini baru dua fosil yang berhasil diidentifikasi awal oleh petugas. Yakni rahang atas gajah purba ‘stegodon’, dan fosil tanduk banteng purba ‘epileptobos’.

Pihaknya mulai mengekskavasi temuan fosil di Kawasan Hutan Tritik sejak Sabtu (13/11/2021) lalu. Pada hari pertama ekskavasi, Nikko beserta timnya berhasil mengekskavasi fosil banteng purba ‘epileptobos’ dan gading gajah purba sepanjang 80 sentimeter.

“Terus hari kedua gading yang panjang (2,7 meter) sama tulang rusuk, dan hari ketiga rahang atas (gajah purba) sama tanduk banteng separuh,” ujarnya.

Sebelum ekskavasi dimulai, kata Nikko, pihaknya terlebih dahulu melakukan penelitian di Hutan Tritik sekitar Bulan September-Oktober 2021. Dari hasil penelitian itu, diketahui ada beberapa fosil yang sebagian tampak ke permukaan.

“Penelitian tersebut lantas ditindaklanjuti BPSMP Sangiran dengan melakukan ekskavasi sejak Sabtu (13/11/2021),” katanya.

Menindaklanjuti temuan ini, BPSMP Sangiran berupaya melakukan penyelamatan awal di Museum Anjuk Ladang Nganjuk. Ia berharap penyelamatan awal ini bisa berlanjut hingga kegiatan konservasi.

“Jadi saat ini kita buka dulu, dari fosil-fosil ini kita bersihkan. Nanti kita identifikasi awal, dan lain waktu ada kegiatan konservasi,” pungkas dia.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Booster untuk Pegawai Kejari Nganjuk

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:32 WIB

Ibu-ibu di Nganjuk Antre Migor Satu Harga

Rabu, 26 Januari 2022 | 19:17 WIB

Jelang PTM, 2 SDN di Ngluyu Rusak

Selasa, 25 Januari 2022 | 18:13 WIB

Musim Hujan Debit Air Bendungan Sungai Badug Meningkat

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:32 WIB

Kunjungi Polres Nganjuk, Ini Pesan Kadivpropam Polri

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:05 WIB

Puluhan Personel Polres Nganjuk Dites Urine Dadakan

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:51 WIB
X