• Kamis, 20 Januari 2022

Pandemi, Produksi Ikan Kabupaten Blitar Tembus Rp 224 Miliar

- Sabtu, 20 November 2021 | 20:32 WIB
Bupati Blitar Rini Syarifah saat di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto.  (abdul aziz wahyudi/memo)
Bupati Blitar Rini Syarifah saat di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. (abdul aziz wahyudi/memo)



Blitar, koranmemo.com - Bupati Blitar menghadiri agenda peringatan Hari Ikan Nasional ( Harkanas )  dan Gebyar Nelayan.  

 
Peringatan dipusatkan di Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Sabtu (20/11).
 

Agenda Harkanas juga dihadiri  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Anggia Ermarini dan  Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, TB. Haeru Rahayu. 
 
 
Tak ketinggalan Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dr.Ir.Dyah Wahyu Ermawati, MA dan lain sebagainya. 
 

Peringatan yang digelar pukul 08.00 itu, Bupati Rini Syarifah mengatakan Kabupaten Blitar kaya akan potensi laut.  
 
 
Tak heran sebagai bangsa maritim harus bangga dan gemar mengkonsumsi ikan.
 
 
 Tema Peringatan Hari Ikan Nasional ke-8 Tahun 2021, “Ikan Untuk Generasi Tangguh dan Unggul”. 
 
 
"Maka dari itu kita harus membudayakan makan ikan sejak dini karena banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada ikan, sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak," ajak bupati. 
 

Mak Rini, panggilan akrabnya mengatakan  Kabupaten Blitar dengan panjang pantai 45 kilometer  dengan potensi sumberdaya ikannya sebesar 52 ribu ton per tahun dengan berbagai macam jenis ikan.
 
 
 Seperti tuna, cakalang, tongkol, kakap merah, lemuru, lobster, gurita,tengiri dan lainnya.
 
 
 Potensi lain yang dimiliki yaitu tempat pendaratan ikan sebanyak 9 pantai, 1 Tempat Pelelangan Ikan, dan 1 Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai. 
 

 Selain itu, kata Mak Rini, jumlah nelayan di Kabupaten Blitar sebanyak 1.367 orang. Itu dengan perincian untuk perairan laut sebanyak 1.120 orang dan dari perairan umum daratan sebanyak 247 orang. 
 
 
Dengan Jumlah kapal di Kabupaten Blitar sebanyak 299 unit terdiri dari 258 unit kapal untuk perairan laut dan 41 unit untuk perairan umum daratan, mayoritas berukuran kecil di  bawah 5 GT. Sedangkan yang  berukuran di atas 10 GT  ada 19 Kapal.
 
 
 "Nah potensi sumberdaya perikanan ini masih sangat perlu untuk dioptimalkan. Apabila kita bandingkan antara potensi lestari sumberdaya ikan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia tidak seimbang. Sehingga diperlukan perluasan kolam labuh dan apabila memungkinkan pembangunan pelabuhan pendaratan ikan di pantai lain," jelasnya. 
 

Bupati juga menjelaskan Kabupaten Blitar tak  hanya memiliki potensi perikanan laut. Namun juga memiliki potensi perikanan budidaya, potensi lahan budidaya sebesar 29.879 hektar dengan potensi produksi 37.580 ton dan jumlah RTP sebanyak 4.798.
 
 
 Luas lahan yang dimanfaatkan masih sekitar 350 hektar dengan produksi ikan konsumsi tahun 2020 sebesar 17.762 ton dan ikan hias sebesar 224 juta127 ribu 450 ekor. 
 
 
Sementara usaha budidaya ikan di Kabupaten Blitar hampir merata di setiap kecamatan. Tetapi yang sudah berkembang baru di 16 kecamatan, dengan komoditas yang biasa dibudidayakan yaitu ikan Koi, Gurami, Lele dan Nila.
 
 
 Ikan Koi menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Blitar karena telah mempunyai brand image bahwa kualitas koi dari Kabupaten Blitar sudah mendapat kepercayaan tersendiri di Indonesia. 
 
Dan perlu dicatat, pandemi Covid– 19 khususnya di 2020 justru mengalami peningkatan permintaan yang luar biasa dari luar daerah . Dengan produksi 220 juta 800 ribu ekor dengan nilai produksi sebesar Rp  224 miliar lebih.
 
 
 "Ini angka yang sangat luar biasa dan tentunya bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar khususnya pembudidaya ikan," jelasnya. 
 

Usai memberikan sambutan, para rombongan masak ikan dengan cara bakar langsung di tempat. 
 
Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu
 

Editor: Koran Memo

Tags

Terkini

Hujan Angin Satu Jam, Pohon Timpa Dua Rumah di Blitar

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:55 WIB

Revitalisasi Pasar Templek Sedot Rp 3 Miliar

Senin, 10 Januari 2022 | 20:54 WIB
X