• Kamis, 20 Januari 2022

Logistik Pengungsi Tanah Longsor di Kabupaten Ponorogo Dipastikan Terpenuhi

- Senin, 22 November 2021 | 17:54 WIB
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Basori, saat meninjau lokasi longsor. (Sony/Memo)
Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Basori, saat meninjau lokasi longsor. (Sony/Memo)

Ponorogo, koranmemo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo telah menyediakan kebutuhan bagi para pengungsi terdampak bencana alam tanah longsor.

Sebanyak 31 jiwa dari 12 kepala keluarga (KK) mengungsi di sejumlah posko pengungsian pasca bancana alam tanah longsor di Dukuh Tugunongko, Desa Tugurejo Kecamatan Slahung beberapa hari lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Basori menyebut ada 4 posko yang sudah didirikan untuk menampung para pengungsi korban tanah longsor.

Baca Juga: Pupuk Subsidi Jenis NPK di Kabupaten Tulungagung Hampir Habis

Baca Juga: Rapat Paripurna Penjelasan Raperda APBD Tahun Anggaran 2022

Selain itu, pihaknya juga sudah mendirikan dapur umum untuk mencukupi kebutuhan makanan para pengungsi.

"Logistik bahan pokok tidak ada masalah, ketika kejadian rekan rekan sudah langsung kesini bawa logistik," ungkap Ibas sapaannya, Senin (22/11/2021).

BPBD juga sudah melakukan koordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengunsi.

Sebab dari data yang ia terima ada 5 anak anak dan 1 bayi serta 11 lansia yang ikut mengungsi di posko.

"Yang terpenting kondisi kesehatan serta kebutuhan dasar kita penuhi dulu, baru nanti kita evaluasi apa yang jadi kebutuhan lainnya," paparnya.

Ibas juga menyarankan untuk warga yang sedang mengungsi untuk tidak kembali kerumah dulu, sebab saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan, serta cuaca yang tidak bisa diprediksi.

"Warga yang rumahnya memiliki resiko tinggi, artinya jarak dari longsoran ini terlalu dekat misalnya hanya 5 - 10 - 20 meter kita sarankan relokasi," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tugurejo, Siswanto menambahkan saat ini yang paling merasakan dampak adalah akses jalan yang putus.

Terlebih anak sekolah dan warga yang harus memutar sejauh 5 kilometer agar bisa sampai ke tujuan.

"Anak-anak sekolah itu harus memutar dan warga sini mayoritas petani, yang sawahnya di bagian sana harus memutar juga," terang Siswanto.

Menurutnya, meski terkendala akses jalan. Mereka saat ini masih menunggu cuaca dan kondisi di titik longsor.

Sebab, jika memaksa membersihkan dengan alat berat pun dikhawatirkan ada longsor susulan.

"Mungkin sebulan ke depan kita melihat seperti apa dan tetap menampung warga agar mereka tetap aman," imbuh Siswanto.

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Irwan Maftuhin

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun 2021 Ada 1.919 Janda Baru di Ponorogo

Rabu, 12 Januari 2022 | 14:49 WIB
X