Disparta dan DPRD Kota Batu Bahas Perda Wisata Desa

- Selasa, 23 November 2021 | 15:08 WIB
Pembahasan perda pariwisata desa segera dirampungkan. (arief/memo)
Pembahasan perda pariwisata desa segera dirampungkan. (arief/memo)

Batu, koranmemo.com - Dinas Pariwisata (Disparta) bersama DPRD Kota Batu menggelar pertemuan membahas peraturan daerah (perda) yang mengatur rencana pembangunan pariwisata.
 
Pembahasan perda yang mengatur rencana pembangunan pariwisata ini digelar di Kantor Pemerintah Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Senin (21/11/2021).
 
Tujuan pembahasan perda yang mengatur rencana pembangunan pariwisata ini supaya arah pembangunan pariwisata khususnya pengembangan desa wisata lebih terintegrasi.
 
Selain itu agar tidak berbenturan dengan hal lainnya, salah satunya yaitu kelestarian alam.

Baca Juga: Jelang Nataru, Binda Jatim Bantu Percepatan Vaksinasi di Trenggalek

Baca Juga: Indonesia Open 2021: Kevin/Marcus, Vito dan Gregoria Lolos

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan Perda Nomor 1 Tahun 2021 disosialisasikan secara bertahap ke setiap desa dan kelurahan yang ada.
 
“Dengan adanya perda diharapkan masyarakat dan pelaku wisata lebih memahami arah pembangunannya supaya lebih sistematis, terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” paparnya, Selasa (23/11).
 
Dengan demikian wisata semakin terintegrasi dengan tetap menjaga, melindungi, dan melestarikan nilai agama, budaya, serta alam sekitar.
 
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman menjelaskan pentingnya sosialisasi perda agar masyarakat umum maupun pelaku pariwisata mengetahui dan memahami isi teks dan konteks yang ada dalam perda tersebut.
 
“Dengan perda ini DPRD berharap akan ada geliat perencanaan untuk mengkonstruksi pembangunan destinasi wisata di desa-desa yang ada supaya cepat berkembang,” kata Nurochman.
 
Perda ini juga merupakan payung hukum untuk upaya implementasi visi misi desa berdaya kota berjaya,” harap politisi PKB ini.
 
Tetapi yang cukup disesalkan yaitu perda yang ditetapkan dan diundangkan pada Juli 2021 ini belum terbit perwalinya sebagai turunan secara teknis terhadap perda itu.
 
“Sehingga pelaksanaannya sedikit terhambat untuk dipedomani oleh penggiat desa wisata karena belum terbitnya perwali perda tersebut,” bebernya.
 
Kades Tulungrejo, Suliono mengaku sangat mendukung dengan adanya Perda Desa Wisata.
 
Harapannya dalam raperda tersebut juga terdapat aturan supaya destinasi wisata yang besar dengan dikelola pemodal besar di wilayah setempat dapat membantu atau berkontribusi membesarkan desa wisata di daerahnya.
 
“Sehingga perkembangan wisata bisa seimbang dan selaras. Jadi pengembang destinasi wisata dari investor besar itu mampu memberikan dampak positif untuk membesarkan program desa wisata yang ada,” katanya.
 
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dugaan Kecurangan PPDB, Ini Kata DPRD Batu

Kamis, 30 Juni 2022 | 09:35 WIB
X