• Senin, 29 November 2021

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

- Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB
pihak konsumen dan PT. Merak Jaya Beton ketika proses mediasi. (andik/memo)
pihak konsumen dan PT. Merak Jaya Beton ketika proses mediasi. (andik/memo)

Nganjuk, koranmemo.com - Merasa ditipu oleh PT. Merak Jaya Beton, pengusaha asal Kabupaten Nganjuk H. Zoenarto (58) hendak membawa masalahnya ke ranah hukum.
 
Hal ini dilakukan setelah tidak ditemukan solusi pascamediasi dengan perwakilan PT. Merak Jaya Beton di lokasi proyek pembangunan pabrik barunya yang berada di Desa/Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Selasa (23/11).
 
Menurut H. Zoenarto, komplain yang disampaikannya ke pihak PT. Merak Jaya Beton sebenarnya sederhana, pihaknya menginginkan barang yang diterimanya sesuai dengan invoice atau pesanan yang dibelinya.

Baca Juga: Gandeng PWI, BNN Kabupaten Kediri Gelar Workshop

Baca Juga: Disparta dan DPRD Kota Batu Bahas Perda Wisata Desa

Akan tetapi pihaknya merasa ditipu dan dirugikan secara material maupun imaterial, dikarenakan barang yang dibelinya yaitu Beton Readymix ternyata tidak sesuai dengan barang yang dikirim oleh PT. Merak Jaya Beton.
 
"Ini tentang mutu dan kualitas. Saya beli Beton Readymix dengan mutu K- 300, volume 320 m3,” ujar H. Zoenarto.
 
“Ternyata barang yang dikirim atau dipasang oleh PT.Merak Jaya Beton di proyek pembangunan pabrik saya, mutunya jauh di bawah K-300," serunya.
 
Dikatakan, akibat dari pemasangan Beton Readymix yang jauh dari mutu yang diinginkan, berimbas pada variabel mesin pabrik dan material lainnya tidak bisa dipasang.
 
Hal ini jelas merugikan, karena  tidak sesuai schedule yang sudah ditentukan. "Karena kalau dipaksakan dipasang, khawatirnya terjadi masalah," ungkap H. Zoenarto.
 
Akibat buruknya kualitas Readymix dari PT. Merak Jaya Beton, berimbas kepada mundurnya dua vendor yang akan melakukan pekerjaan epoxy dan PU Concrete.
 
“Karena kalau dipaksa dikerjakan akan terkelupas,” tandas Zoenarto.
 
Sementara itu, Komar (45) perwakilan PT. Merak Jaya Beton mengatakan, barang yang dikirim atau dipasang sudah sesuai SNI 2019.
 
"Artinya barang tersebut sudah bisa dan sudah layak digunakan," katanya ketika proses mediasi.
 
Dijelaskan, dalam invoice atau pesanan barang memang mutu K-300, akan tetapi sesuai SNI 2019 kualitas barang sudah memenuhi 75 persen dari mutunya.
 
“Maka barang tersebut sudah memenuhi standart untuk digunakan. Dan barang yang dipesan ini sudah kami pasang," ucap Komar.
 
Untuk diketahui, PT. Merak Jaya Beton merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang beton siap pakai (Ready Mix Concrete) yang berkantor pusat di Surabaya Jawa timur.
 
Sedangkan, H.Zoenarto merupakan salah satu pengusaha sukses asal Nganjuk, Jawa Timur, yang bergerak di bidang properti, perkebunan dan bakery, serta jenis usaha lainnya, yang berada di Nganjuk maupun luar daerah.
 
Owner dari PT. Bayu Bagus Bakry tersebut berencana memperkarakan kasus dugaan penipuan oleh PT. Merak Jaya Beton untuk mendapatkan keadilan.
 
Reporter : Andik Sukaca
Editor : Muji Hartono

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X