• Senin, 23 Mei 2022

Tuntutan UMK Belum Sesuai, Ratusan Buruh Kembali Demo

- Rabu, 24 November 2021 | 19:22 WIB
Para perwakilan buruh menyuarakan tuntutannya saat berada di kantor DPRD Jombang, Rabu (24/11).   (tim/memo)
Para perwakilan buruh menyuarakan tuntutannya saat berada di kantor DPRD Jombang, Rabu (24/11).  (tim/memo)



Jombang, koranmemo.com - Ratusan buruh dari berbagai aliansi perusahaan di wilayah kota santri kembali melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jombang, Rabu (24/11). 

 
Itu karena hingga kini tuntutan buruh Upah Minimum Kabupaten (UMK) masih belum terealisasi.

Disampaikan koordinator aksi berbagai perusahaan Jombang, Lutfi Mulyono mengatakan bahwa, hingga detik ini para buruh yang turun di jalan tetap bertahan dengan tuntutan kenaikan UMK, meskipun belum ada keputusan yang diberikan oleh pemerintah kabupaten terkait hal itu, karena Bupati saklek terhadap keputusan DPKab (Dewan Pengupahan Kabupaten).
 
 
Baca Juga: Sidang Penggelapan Pajero, JPU Tuntut Pengusaha Tambang 2 Tahun Penjara

Sebelum ditemui dewan, para buruh terlebih dahulu menyuarakan aspirasinya bersama ratusan pekerja saat berada didepan kantor DPRD Jombang
 
Aksi itu akhirnya lakukan mediasi bersama perwakilan pihak Apindo, Disnakertran, DPRD hingga BPS Kabupaten Jombang, walaupun tetap berjalan buntu dan tidak ada kenaikan gaji seperti yang diharapkan buruh.

Sementara itu, Ketua Apindo Jombang, Joko menambahkan bahwa, tuntutan kenaikan UMK yang disuarakan buruh, tidak sesuai dengan dasar aturan yang berlaku.
 
Sebab upah buruh di Jombang sudah diambang batas, karena UMK di kota santri sudah diatas daerah lainnya. Diantaranya seperti Lamongan, Nganjuk, Kota dan Kabupaten Kediri, bahkan Kota Mojokerto.
 
 
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Kediri Targetkan Akhir Tahun Vaksinasi 100 Persen

"UMK daerah lainnya sudah dibawah Jombang. Nah dengan tetap merujuk aturan yang berlaku dimungkinkan UMK di Jombang tidak akan naik, karena sudah diatas batas atas," terang Joko.

Jika dipaksakan naik, hal ini pasti menabrak ketentuan yang berlaku, dan bakal berdampak pada pengusaha, karena menurut mereka para pengusaha selama Pandemi sangatlah berat. Dan satu hal yang saya tandasakan ini nanti kan tidak sesuai dengan PP 36 tahun 2021.

"Kalau dipaksakan naik, maka akan berat, dan akan berdampak pada buruh juga," terangnya.
 
 
Baca Juga: Antisipasi Gelombang 3 Jelang Nataru, Jajaran Polres Kediri Kota Gencar Operasi Yustisi

Lebih lanjut Joko berucap, keputusan DPKab saat ini, tidak akan menaikkan UMK Jombang ditahun depan 2022 nanti.

"Jadi keputusan DPKab hari ini adalah UMK Jombang tetap seperti tahun ini, dan itu sudah ditandatangani, sehingga ini sudah menjadi keputusan bersama," tutupnya. 

Reporter : Taufiqur Rachman 
 Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X