• Senin, 29 November 2021

Selewengkan Dana Desa Rp 240 Juta, Kades Tulus Ditangkap Kejaksaan

- Kamis, 25 November 2021 | 13:26 WIB
Hudi Mariyono, Kepala Desa ( Kades ) Tulus Besar, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, saat digelandang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. (istimewa)
Hudi Mariyono, Kepala Desa ( Kades ) Tulus Besar, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, saat digelandang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang. (istimewa)

Malang, koranmemo.com - Hudi Mariyono, Kepala Desa ( Kades ) Tulus Besar, Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, digelandang ke Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Kabupaten Malang sejak Senin (22/11).

Dirinya ditangkap atas dugaan kasus korupsi atau penyelewengan Dana Desa ( DD ) tahun 2020 senilai Rp 240 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Kabupaten Malang Edi Suhandojo melalui Kasi Pidana Khusus ( Pidsus ) Agus Hariyono membenarkan adanya penahanan kepala desa.

Bahkan, tahanan sudah dititipkan di ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan ( LP ) Kelas I Lowokwaru, Malang.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo akan Resmikan Bendungan Tugu, Polres Trenggalek Terjunkan 900 Personel

Baca Juga: Begini Cara Guru di Kediri Peringati Hari Guru Nasional

“Benar (ada kepala desa) sudah ditahan. Sudah sembilan orang saksi yang kami periksa dalam perkara korupsi DD tahun 2020,” ungkap Agus Hariyono,Kamis (25/11).

Dijelaskan Agus, dari hasil pemeriksaan, tersangka menyelewengkan anggaran yang meliputi DD dan ADD yang seharusnya untuk proses pembangunan di Desa Tulus Besar.

“Jadi tersangka membuat laporan fiktif. Dari situ, kerugian negara sesuai hasil perhitungan inspektorat sebesar Rp 240 juta,” jelasnya.

Agus menambahkan, tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari sejak Senin (22/11) kemarin. Sementara Kejaksaan sejauh ini sudah memeriksa 9 orang saksi.

Di sisi lain, pihaknya akan segera menyusun dakwaan terkait dengan kasus korupsi tersebut. Secepatnya pihak kejaksaan akan susun dakwaan dan untuk kemudian limpahkan ke Pengadilan ( Negeri Kabupaten Malang ).

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti menerangkan masih adanya kades terjerat korupsi karena tak paham aturan DD dan ADD

"Perlu terus memahami aturan yang ada karena itu penting sekali. Penyelewengan sangat dilarang. Saat ini kami telah menerima pengaduan masyarakat. Saat ini masih mendalami ada tidaknya kerugian negara atas dumas (pengaduan masyarakat) tersebut, artinya ada beberapa desa,” tutupnya.

Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hujan Deras, Tiga Rumah di Batu Diterjang Longsor

Minggu, 28 November 2021 | 10:51 WIB

Kota Malang Juga Terdampak Banjir Bandang Batu

Kamis, 4 November 2021 | 21:01 WIB

Dituntut Cerai, Suami di Malang Bunuh Istri Sirinya

Selasa, 28 September 2021 | 15:38 WIB

Polresta Malang Kota Amankan Ribuan Liter Arak Bali

Senin, 27 September 2021 | 17:32 WIB
X