• Senin, 29 November 2021

Disperindag Bersama Bea Cukai Sosialisasikan Perundang-undangan Cukai di Gondang

- Kamis, 25 November 2021 | 15:05 WIB
Foto bersama dengan pelaku usaha yang hadir dengan menunjukkan souvenir kaos yang bertuliskan Gempur Rokok Ilegal buah tangan dari Disperindag. (inna/memo)
Foto bersama dengan pelaku usaha yang hadir dengan menunjukkan souvenir kaos yang bertuliskan Gempur Rokok Ilegal buah tangan dari Disperindag. (inna/memo)

Nganjuk, koranmemo.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperindag ) bersama Direktorat Bea Cukai Kediri mensosialisasikan peraturan perundang-undangan di bidang cukai, Kamis (25/11/2021). Acara berlangsung di Pendopo Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

Dana sosialisasi tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau ( DBHCHT ), yang diadakan setiap tahun oleh Disperindag berduet dengan pihak Bea Cukai.

Melibatkan pengusaha mikro dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Gondang.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Disperindag, Haris Jatmiko, Camat Gondang Darmantono, Ulum Bustomi, DPRD Dapil II dan perwakilan Bea Cukai Kediri.

Baca Juga: Jazz Brantas Kembali Hadir, Pecinta Musik Jazz Kediri: Tingkatkan Tatenta Musisi Lokal

Baca Juga: Jadikan Wanita Bawah Umur Sebagai PSK, Subdit IV Renakta Ringkus Mami Ambar

Kepala Disperindang memberikan sambutan, sekaligus membuka acara.
“Masyarakat terutama pelaku usaha nantinya akan mendapat pokok bahasan tentang rokok cukai,” kata Haris.

Tidak hanya rokok saja, dipaparkan Haris para undangan juga akan mendapatkan pengarahan tentang perundang-undangan cukai secara global.

Pelaku usaha dibekali bagaimana cara menjalankan usahanya dengan baik dan jujur, terutama bisa membedakan antara barang cukai resmi dengan ilegal.

“Hasil cukai akan masuk kas negara, kemudian dikembalikan lagi ke masyarakat,” tutur Haris.

Lanjut dia, dikembalikan lagi untuk kesejahteraan mesyarakat dan kesehatan. Salah satunya adalah menggunakan dana cukai untuk membiayai kegiatan pada pagi hari ini.

“Kegiatan bagi hasil tersebut mengacu pada Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau,” sebutnya.

Dari kegiatan ini pelaku usaha akan diberikan pemahaman tentang banyaknya peraturan tetang cukai. Sebuah aturan yang menurut Haris tidak enak tidak enak dan mau gak mau harus tetap dijalani. Karena jika melanggar akan ada konsekuwensi yang mengikuti.

“Trasfer ilmu terkait cukai ini dapat memperluaskan informasi supaya tidak menjual rokok ilegal. Sesuai bunyi logo pada tas souvenir yang saya berikan kepada peserta yang hadir, ayo brantas rokok ilegal,” ajaknya.

Camat Gondang mengatakan dengan diberikannya wawasan bisa menjadikan sebuah rambu-rambu tentang perundang-undangan cukai.

“Supaya masyarakat tidak melanggar peraturan saat melakukan kegiatan yang terkait dengan perdagangan dan usaha kecil,” kata Camat Gondang.

Ulum Bustomi juga menyampaikan sebuah pesan kepada masyarakat  daerah pemilihan ( dapil  ) yang diwakili, supaya berniaga sesuai dengan jalan agama. Ulum juga mengajak pelaku usaha yang hadir supaya berjualan yang disahkan oleh agama.

“Menjual barang legal itu berkah. Selain itu panjenengan (kalian) sudah membantu negara,” ujar pria asal Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk itu.

Reporter : Inna Dewi Fatimah
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Karyawan PT Jaker Kertosono Keluhkan Upah hingga BPJS

Sabtu, 27 November 2021 | 16:39 WIB

Tinjau Vaksinasi, Kapolres Nganjuk Borong Tahu Bakar

Rabu, 24 November 2021 | 19:36 WIB

Seleksi SKB CPNS Nganjuk Dimulai Bulan Depan

Selasa, 23 November 2021 | 16:56 WIB

Merasa Ditipu, Konsumen Perkarakan PT. Merak Jaya Beton

Selasa, 23 November 2021 | 15:21 WIB

Ini Upaya Polres Nganjuk untuk Perangi Radikalisme

Minggu, 21 November 2021 | 18:29 WIB
X