• Kamis, 20 Januari 2022

Bawa Poster "Bagong Nagih Janji", Warga Terdampak PSN Protes Realisasi Pembebasan Lahan

- Kamis, 25 November 2021 | 20:04 WIB
Sekelompok warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong berdemo di depan pendopo (angga/memo)
Sekelompok warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong berdemo di depan pendopo (angga/memo)
 


Trenggalek, koranmemo.com - Puluhan warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong mendatangi Pendopo Mangala Praja Nugraha, Kamis (25/11). 

Membawa poster dan spanduk bernada satire sekelompok warga itu memprotes ganti rugi pembebasan lahan yang dinilai tidak realistis.

Koordinator aksi, Agung Susilo mengatakan, kedatangan sebanyak 45 warga terdampak proyek strategis nasional ( PSN  ) itu untuk menagih janji Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin. Mereka meminta pemerintah merealisasikan janji yang pernah ditawarkan.

“Kami meminta Bupati Trenggalek untuk memenuhi janji yang pernah ditawarkan ke warga sebelum pembangunan Bendungan Bagong dimulai,” katanya, diamini para peserta unjuk rasa lainnya.
 
 

Puluhan warga terdiri dari pemilik lahan dan ahli waris dari tujuh bidang tanah itu, lanjut Agung, menilai bupati Trenggalek ingkar janji.
 
Sebab nilai ganti lahan dinilai terlalu kecil. Warga, kata Agung pesimis uang hasil ganti rugi itu bisa dibelikan lahan pengganti di tempat lain.

“Kami pesimistis uang hasil pembebasan lahan bisa digunakan untuk mencari lahan pengganti dengan potensi dan tingkat kesuburan yang sama.
 
 
 
Kami juga menuntut pemerintah segera merealisasikan janji relokasi lahan Perhutani dengan sistem tukar menukar kawasan hutan ( TMKH ),” imbuhnya.

Agung menambahkan, puluhan warga itu akan kembali menggelar aksi setelah aspirasi yang disampaikan belum mendapatkan respons pemerintah. Pasalnya dalam aksi damai itu mereka gagal menemui Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Untuk diketahui, sebelumnya ratusan warga yang memiliki tanah di kawasan pembangunan Bendungan Bagong sempat mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menaikkan harga pembebasan lahan
 
 
 
Gugatan itu sempat dikabulkan di tingkat pengadilan negeri.
Namun gugatan itu kandas di tingkat kasasi. 
 
Dari 157 bidang yang digugat, sebanyak 50 bidang telah menerima dan mendapatkan pencairan dan pembayaran dari pemerintah.

“Kami yang kemarin mengikuti di meja hijau (persidangan), kami menerima putusan (kasasi) MA (mahkamah agung). Tapi kami tidak menerima penilaian yang diberikan dulu,” pungkasnya.
 
 

Aksi penyampaian aspirasi berlangsung tertib. Namun sayangnya aksi demonstrasi itu melibatkan anak-anak kecil. Bahkan mereka terpantau juga dibekali dengan poster yang berisi tuntutan warga. Seperti misalnya poster bertuliskan ‘Bagong Nagih Janji’.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada Varian Omicron, Ini Kata Bupati Trenggalek

Senin, 17 Januari 2022 | 18:16 WIB

Targetkan 2022 Tera Ulang Lebih dari 9 Ribu Sasaran

Minggu, 16 Januari 2022 | 10:33 WIB

Ini Keindahan Trenggalek yang Menggiurkan Investor

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:00 WIB
X