• Kamis, 20 Januari 2022

Korban Erupsi Semeru Mulai Keluhkan Sesak Nafas, Ketua DPRD Jatim: Butuh Bantuan Obat

- Minggu, 5 Desember 2021 | 19:24 WIB
Kusnadi Ketua DPRD Provinsi Jatim disela-sela meninjau masyarakat terdampak gunung semeru  (fauzi/memo)
Kusnadi Ketua DPRD Provinsi Jatim disela-sela meninjau masyarakat terdampak gunung semeru (fauzi/memo)



Surabaya, koranmemo.com - Ketua DPRD Provinsi Jatim Kusnadi meninjau ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang.

Ada lima titik pengungsian yang ditinjau ketua DPRD Provinsi Jatim yakni Posko Balai Desa Penanggal, Dusun Kamarkajang, Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Pasirian, Balai Dusun Gentengan Desa Condro.

"Kami kunjungi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru saat ini mereka sudah mengungsi pada titik aman. Bersama Badan Penanggulangan Bencana ( Baguna ) Jatim kita membantu sesuai kemampuan," tutur Kusnadi Ketua DPRD Provinsi Jatim, Minggu (5/12/2021).

Baca Juga: Pemkab Magetan Ajak Wartawan Studi Tiru ke Yogyakarta

Baca Juga: Babak 8 Besar Liga 3 Jatim: Gasak Persema Malang, Persinga Ngawi Tantang Persedikab 

Kusnadi mengatakan, erupsi kali ini merupakan erupsi yang parah dari pada sebelumnya. Selain kerusakan fisik, erupsi ini juga menyebabkan korban jiwa. Dari data yang diterimanya, ada 38 orang luka, baik luka ringan, dan luka berat, dan 1 orang meninggal dunia (MD).

"Lokasi posko pengungsian disini berpencar. Sehingga, kami berkeliling mengunjungi warga sekaligus memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka," kata Ketua DPD PDIP Jatim ini.

Bantuan yang dia berikan antara lain berupa, makanan siap saji, masker, selimut, popok bayi, dan kebutuhan lainnya. Pasca aktivitas Gunung Semeru yang mulai mereda, Kusnadi juga melakukan pendataan masyarakat terdampak erupsi.

Baca Juga: Ringankan Beban, Pemkab Blitar Kirimkan Bantuan ke Lumajang

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru: 79 Gardu PLN untuk 22.826 pelanggan Masih Padam

Menurut dia, masyarakat terdampak suatu bencana, sudah pasti kehilangan harta bendanya guna menyelamatkan nyawa mereka.

"Kami lakukan pendataan, apakah ini mampu di tanggulangi mandiri. Jika tidak, seperti sampai ada rumah roboh, perlunya kerja sama bersama stakeholder untuk membangun tempat tinggal mereka," tutur Kusnadi.

Disebutkannya, hasil kunjungan ke beberapa posko ada sejumlah keluhan yang dialami warga pengungsi, yaitu sesak nafas dan iritasi mata yang disebabkan abu vulkanik.

Baca Juga: Sepuluh Peluang Didapatkan Persik Kediri, Javier Roca: Kami Terburu-buru di Finishing

Baca Juga: Sebanyak Sebelas Kursi Kepala OPD Pemkot Blitar Yang Kosong Mulai Dilelang

Sehingga, kata Kusnadi, warga khusus pada di pengungsian membutuhkan bantuan obat-obatan untuk penanggulangan sesak nafas, oxygen portable, termasuk obat cair untuk mata.

"Paling penting harus dijadikan perhatian bersama ketersediaan air bersih. Karena, lokasi posko pengungsian dekat pusat erupsi, air tidak mengalir, air tidak lagi bisa digunakan. Maka itu, perlu dalam waktu yang cepat ketersediaan air bersih dibutuhkan masyarakat," jelasnya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wali Kota Surabaya Bersama DPRD Tinjau PTM di Sekolah

Senin, 10 Januari 2022 | 13:43 WIB

Pelantikan Massal 1.400 Pejabat Pemkot Surabaya

Jumat, 31 Desember 2021 | 19:06 WIB
X