Pantauan Udara Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Kondisinya Mengerikan

- Senin, 6 Desember 2021 | 12:50 WIB
Pantauan udara aktivitas Gunung Semeru menggunakan helikopter BNPB, Senin (6/12). (BNPB)
Pantauan udara aktivitas Gunung Semeru menggunakan helikopter BNPB, Senin (6/12). (BNPB)

Lumajang, koranmemo.com - Lokasi terdampak awan panas guguran ( APG ) Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12), ditinjau Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melalui udara menggunakan helikopter BNPB.

Kepala BNPB didampingi Kapolda Jawa Timur Nico Afinta, dan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah terbang dari Lapangan Bola Desa Condro, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12).

Seperti dilansir situs resmi BNPB, pada peninjauan tersebut, Kepala BNPB melihat langsung dampak dari kejadian bencana awan panas guguran Gunung Semeru setelah helikopter terbang rendah.

Gambaran visual yang terlihat, kondisi di sepanjang daerah aliran lahar di Curah Kobokan masih mengerikan.

Baca Juga: Bantuan Makanan dan Baju Sudah Berlebih, Wabup Lumajang Sarankan Bantuan Berupa Dana Transfer

Baca Juga: Bupati Lumajang : Fasilitas Kesehatan Untuk Perawatan Korban Erupsi Gunung Semeru Mencukupi

Karena mengalami kerusakan dan tertutup material vulkanik dari awan panas guguran Gunung Semeru.

Beberapa vegetasi yang ada di sepanjang daerah aliran dana lahar di Curah Kobokan juga mengalami kerusakan dan banyak pohon yang tumbang dan mati.

Melalui pantauan udara tersebut, Kepala BNPB juga melihat kerusakan jembatan Gladak Perak di Desa Curah Kobokan yang memutus jalur darat antara Lumajang menuju Malang akibat terdampak awan panas guguran Gunung Semeru.

Di samping itu, visual lain yang didapatkan dari pantauan udara adalah kerusakan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran daerah aliran lahar di Curah Kobokan.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X