Kopi Asal Kota Batu Diminati Perusahaan Mesir, Pesan 240 Ton Kopi

- Senin, 6 Desember 2021 | 13:10 WIB
Walikota Batu Dewanti Rumpoko saat menjadi anggota Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada acara One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) di Kairo Mesir. (Diskominfo Kota Batu)
Walikota Batu Dewanti Rumpoko saat menjadi anggota Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada acara One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) di Kairo Mesir. (Diskominfo Kota Batu)

Batu, koranmemo.com - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, menjadi anggota Delegasi Republik Indonesia (Delri) pada acara One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) di Kairo Mesir.

Pada acara tersebut, saat berlangsungnya diskusi bisnis bersama Pemerintah Mesir, investor dan perwakilan perusahaan di Mesir, Dewanti memamerkan produk pertanian unggulan asal Kota Batu dan memaparkan peluang investasi di Kota Batu.

"Kami memiliki buah unggulan yaitu apel. Apel kami juga diolah dalam bentuk keripik buah dan fermentasi apel seperti wine dan cuka apel. Kami juga memiliki kopi dengan rasa apel, sangat unik. Kota Batu sebagai destinasi wisata di Provinsi Jawa Timur, juga dapat menjadi pangsa pasar yang bagus," terang Dewanti.

Pemaparan Dewanti ternyata cukup ampuh. Setelah diskusi bisnis usai, salah satu perusahaan asal mesir, CV Mabrouk, memesan kopi asal Kota Batu dengan total pemesanan mencapai 240 ton di tahun 2022.

Baca Juga: Pantauan Udara Lokasi Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Kondisinya Mengerikan

Baca Juga: Bantuan Makanan dan Baju Sudah Berlebih, Wabup Lumajang Sarankan Bantuan Berupa Dana Transfer

Dewanti yang juga turut menyaksikan proses penandatanganan kesepakatan ini, mengaku sangat senang dan berjanji akan mengawal komitmen dagang ini dengan para pelaku usaha di Kota Batu.

"Semoga ini menjadi jalan bagi kopi asal Kota Batu Jawa Timur, yang memiliki rasa yang khas di pasar global," ujarnya.

Acara One Day With Indonesia Coffee Fruits Floriculture (ODICOFF) ini, digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) secara serentak di sepuluh negara. Salah satunya di Mesir.

Untuk rangkaian promosi yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian di Mesir, sukses menghasilkan penandatanganan kerjasama dengan enam perusahaan di bidang agribisnis asal Mesir. Langkah promosi ini pun menggenapkan kontrak dagang ekspor hasil pertanian dan produk unggulan Indonesia menjadi sebesar Rp 4,7 triliun.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X