• Senin, 23 Mei 2022

Kesampingkan Denda Operasi Yustisi, Edukasi Pakai Cara Humanis Lebih Efektif

- Jumat, 7 Januari 2022 | 18:19 WIB
Petugas saat melakukan operasi yustisi penerapan prokes. (angga/memo)
Petugas saat melakukan operasi yustisi penerapan prokes. (angga/memo)

Trenggalek, koranmemo.com - Ribuan warga Kabupaten Trenggalek pernah terjaring operasi yustisi dalam penegakan protokol kesehatan (prokes) untuk memutuskan penyebaran pandemi Covid-19.

Jumlah itu berdasarkan akumulasi kegiatan operasional yustisi selama 12 bulan di tahun 2021.

“Jika diakumulasikan mulai Januari hingga Desember 2021 ada sebanyak 4.908 pelanggar hasil kegiatan kami bersama polres dan kodim, serta unsur lainnya,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Trenggalek, Triadi Admono, Jumat (7/1).

Triadi menambahkan, sanksi sosial berupa kerja bakti dan juga teguran tertulis kepada perorangan paling banyak diberikan yaitu sebanyak 4.578 tindakan.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan SMAN 3 Kota Batu Siap Disidangkan di Tipikor Surabaya

Sementara untuk denda administrasi kepada perorangan sebanyak 255 tindakan dan denda administrasi kepada pelaku usaha sebanyak 49 tindakan.

“Untuk tindakan berupa sanksi sosial kerja bakti maupun teguran tertulis dilakukan kepada 26 pelaku usaha. Untuk denda administrasi itu masuk ke kas negara,” imbuhnya.

Namun menurut Triadi, Trenggalek tak lama menerapkan denda administrasi dan lebih mengutamakan pendekatan humanis kepada masyarakat saat memberikan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Cara itu dinilai lebih efektif, ketimbang memberikan denda.

Baca Juga: Usut Dugaan Suap Rachel Vennya Kabur Karantina, Bareskrim Periksa 3 Saksi

“Kegiatannya tetap penegakan protokol kesehatan, namun kami tidak melakukan semacam didenda. Karena menurut kami edukasi dengan selalu mengingatkan warga, kalau di Trenggalek lebih efektif,” kata dia.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trenggalek Mitigasi Penyebaran PMK Hewan Ternak

Kamis, 12 Mei 2022 | 13:28 WIB
X