• Kamis, 27 Januari 2022

Ukuran Kerupuk di Ngawi Tiba-Tiba Mengecil, Gara-gara Ini

- Selasa, 11 Januari 2022 | 18:25 WIB
Proses penggorengan kerupuk dirumah Mas'ah warga Desa Beran Kecamatan / Kabupaten Ngawi.
Proses penggorengan kerupuk dirumah Mas'ah warga Desa Beran Kecamatan / Kabupaten Ngawi.

Ngawi, koranmemo.com - Kenaikan harga minyak goreng membuat pemilik usaha kerupuk di Kabupaten Ngawi menjerit. Mereka terpaksa harus mengencangkan ikat pinggang.

Pemilik usaha kerupuk di Desa Beran kecamatan Ngawi Mas’ah mengaku, pihaknya terpaksa mengurangi ukuran kerupuk produksinya karena kenaikan harga minyak goreng.

"Ukuran kerupuk agak diperkecil, karena harga minyak goreng curah tembus Rp.19.500 per kilo gram, dari sebelumnya Rp.9.500," ungkapnya, Selasa (11/1/2022).

Hal serupa disampaikan Asep salah satu pengelola rumah produk kerupuk setempat. Ia memilih tidak menaikkan harga kerupuk lantaran takut kehilangan konsumen setianya.

Baca Juga: Kejar Target PAD, Tiket Masuk Wisata Tawun dan Museum Trinil Dinaikkan

Baca Juga: Mantan Kades Kaligunting Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka Korupsi APBDes

"Kalau menghitung rugi setiap hari rugi dan tombok terus akan tetapi kita masih ngeman pelanggan," ujarnya.

Ditambahkan, selain masalah harga minyak goreng, produsen kerupuk juga dihadapkan dengan tingginya harga tepung kerupuk mencapai Rp.9.000 ribu rupiah per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 5.000 ribu hingga Rp. 6000 ribu per kilogram.

"Kondisi diperparah dengan tingginya curah hujan yang mengganggu proses penjemuran kerupuk," pungkasnya.

Reporter : Aris Purniawan/Juremi
Editor : Achmad Saichu

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi III DPRD Ngawi Sidak Harga Migor Di Pasaran

Selasa, 25 Januari 2022 | 20:03 WIB

DBHCHT Ngawi Naik Jadi Rp 26 Miliar

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:37 WIB

Silpa Proyek di Ngawi Capai Rp 42.6 Miliar

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:02 WIB

Tempat Pembuangan Sampah di PBN Mangkrak

Minggu, 16 Januari 2022 | 19:57 WIB
X