• Kamis, 27 Januari 2022

Ternyata Pengumuman Retribusi Relokasi Tanpa Sosialisasi ke Pedagang Pasar Besar Baru

- Kamis, 13 Januari 2022 | 11:39 WIB
Nampak pedagang saat merenovasi lapak karena tak layak. (Arief/memo)
Nampak pedagang saat merenovasi lapak karena tak layak. (Arief/memo)

Batu, koranmemo.com - Beredarnya surat pengumuman terkait adanya penarikan retribusi kepada para pedagang yang menempati tempat relokasi di Area Stadion Gelora Brantas Kota Batu tanpa ada sosialiasi terlebih dahulu kepada para pedagang Pasar Besar Batu.

Hal inilah yang membuat para pedagang kecewa, terlebih pengumuman tersebut cuma ditempel di dinding lapak para pedagang.

" Sama sekali tidak ada sosialisasi,harusnya kami diajak sosialisasi dulu jangan langsung tempel pengumuman saja,kayak tidak membutuhkan kita saja," jelas Johan sekaligus Humas Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Kota Batu,Kamis (13/01).

Dikatakan, sebenarnya pihak pedagang tidak mempermasalahkan soal retribusi walaupun dulu pernah dijanjikan gratis,akan tetapi lihat situasi pedagang.

Baca Juga: Beredar Pengumuman Retribusi Mencekik Pedagang Pasar Besar Batu

Baca Juga: Persik Datangkan Pemain Asing Asal Filipina, Tapi Ini Posisinya

" Kami tidak permasalahkan retribusi walaupun dulu katanya gratis,namun para pedagang kan masih membenahi dan ada yang baru jualan masak langsung ada pengumuman retribusi seperti itu,kasih waktu dulu buat kami para pedagang," mintanya.

Selain itu,terkait besaran nominal retribusi di tempat relokasi ini pihaknya juga tidak tahu berapa harus mengeluarkan uang tersebut.

" Kalau dulu di setiap lapak berbeda-beda retribusinya untuk PKL minimal 1000 rupiah hingga 2000 rupiah per hari dan ada biaya 500 rupiah untuk sampah, kalau disini nanti berapa tidak tahu soalnya cuma dipasang pengumuman saja ,nanti lebih mahal atau murah kami tidak tahu," ungkapnya.

Perlu diketahui, tempat relokasi di area stadion ini terdapat sekitar 1136 lapak yang disediakan pemerintah jumlah tersebut tentunya tidak mencakup total pedagang yang mencapai 4000 pedagang, bahkan ratusan PKL dalam yang menunjang keramaian pasar besar dulu tidak mendapatkan tempat dan harus rela iuran sekitar Rp 920 ribu untuk membuat lapak baru di sela-sela lapak yang disediakan pemerintah.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Calon Nakes di Kota Batu Jalani Ujian

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:13 WIB

Cegah Omicron, Wali Kota Batu Pimpin Apel Pamor Keris

Senin, 24 Januari 2022 | 12:18 WIB

Wali Kota Batu Dukung Inovasi ITS 2022

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:36 WIB

Wali Kota Klaim Startup Tumbuh Pesat di Kota Malang

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:04 WIB

Produksi Apel Turun, Pemkot Batu Gelontor Rp 198 Juta

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:28 WIB
X