• Senin, 23 Mei 2022

Hadapi Panic Buying atas Gas Elpiji 3 Kg, Ini Cara Disperdagkop & UM Kabupaten Madiun

- Kamis, 13 Januari 2022 | 18:29 WIB
Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop & UM Pemkab Madiun Tony Eko Prasetyo.
Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop & UM Pemkab Madiun Tony Eko Prasetyo.

Madiun, koranmemo.com - Kenaikan harga gas LPG nonsubsidi, Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop & UM) Kabupaten Madiun saat ini tengah bersiap mengantisipasi masyarakat yang ‘migrasi’ dari LPG 12 dan 5,5 kilogram ke LPG bersubsidi 3 kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop & UM Kabupaten Madiun Tony Eko Prasetyo mengatakan, adanya kenaikan harga yang cukup tinggi, dikhawatirkan adanya punic buying di masyarakat hingga akhirnya beralih ke LPG subsidi 3 kilogram.

"Untuk mengantisipasi serta memastikan stok aman, kita akan penelitian dan sidak pasar bersama Satgas Pangan, karena LPG merupakan bahan penting," katan Tony, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Awal Tahun, BNNK Blitar Sikat Tiga Pengedar Sabu Jaringan Antar Kota

Dikatakan, pengawasan berkaitan akan diperketat terkait distribusi LPG subsisi dengan jumlah sangat dibatasi per daerah dan tidak boleh keluar di wilayah Kabupaten Madiun.

Pasalnya pada agenda sidak rutin sebelumnya, tim Satgas Pangan sempat menjumpai rumah tangga yang mampu atau industri menengah besar masih menggunakan LPG subsidi.

Padahal secara regulasi LPG subsidi 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat miskin, nelayan dan petani.

"Kedepan akan koordinasi dengan provinsi dan pertamina terkait dengan regulasi penggunaan. Memang ada wacana untuk LPG subsidi harus dengan data by name by address, harapan kami lebih tepat sasaran," pungkasnya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Booster di Madiun Dimulai Prioritas Lansia

Dikatakan, naiknya harga LPG non subsidi tersebut diberlakukan sejak tanggal 25 Desember lalu.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Kursi Eselon II di Kabupaten Madiun Kosong

Selasa, 17 Mei 2022 | 20:06 WIB
X