• Sabtu, 21 Mei 2022

Ela Indriana, Pemilik Laflawleeszy Herbal, Bangun Usaha dengan Modal dari Menggadaikan TV

- Kamis, 20 Januari 2022 | 05:00 WIB
Ela Indriana saat memegang produknya. (bayu/memo)
Ela Indriana saat memegang produknya. (bayu/memo)

Kediri, koranmemo.com - Membangun usaha memang bukan suatu hal yang gampang. Memutuskan untuk menjadi pengusaha berarti siap menanggung segala risiko yang mungkin terjadi. Sejak awal memulai untuk menjadi pengusaha saja, sudah dibutuhkan keberanian untuk menghadapi kerugian. Hal itu seperti yang terjadi pada Ela Indriana, warga kelurahan Kampung Dalem, Kota Kediri yang memulai usahanya dengan berbekal keberanian.

Ela bercerita, awalnya ia merupakan seorang pegawai kantoran. Ketika dia hamil, dia mengambil cuti panjang. Namun karena ada pertimbangan lain dari kantornya ia tidak bisa kembali bekerja lagi dan posisinya juga sudah ada yang menggantikan.

Dalam kondisi tersebut ia tidak menyerah. Ia mulai menekuni dunia usaha dengan berjualan barang seperti sepatu, tas, dan barang lain melalui facebook. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian mulai berjualan produk kecantikan berupa masker wajah yang terbuat dari kefir.

Penjualan masker wajahnya yang terbuat dari kefir tersebut semakin hari semakin digemari oleh masyarakat. Dengan begitu konsumennya juga semakin bertambah dan ia yang awalnya hanya sebagai reseller mulai mencoba untuk membuat produknya sendiri.

“Saat itu tahun 2016, ada pelanggan yang menyarankan untuk membuat sabun herbal dari susu,” ujarnya.

Baca Juga: 5 Inspirasi Tema Aquascape Agar Akuarium Terlihat Lebih Indah dan Menarik

Dari saran tersebut, ia kemudian berencana untuk membuat sabun dari bahan dasar susu dan madu untuk diproduksi. Padahal, saat itu ia sedang tidak memiliki uang yang cukup untuk modal awal dan keperluan untuk tes produk.

Dengan keberanian dan keyakinan yang ia miliki, untuk mendapatkan modal tersebut ia menggadaikan TV LCD miliknya. Dari hasil menggadaikan itu ia memperoleh uang sekitar Rp 500 ribu dan digunakan untuk membeli susu sebanyak 20 liter serta madu sebanyak 5 liter.

Berbekal pengetahuan yang ia miliki, ia mulai melakukan percobaan dari bahan yang telah ia beli. Sayangnya, hasil yang ia dapat adalah kegagalan dan membuang – buang bahan. Sembari tertawa, ia mengatakan, dirinya bahkan sempat membuat bahan tersebut tampak seperti kembang api saat merebusnya.

“Jadi saat itu saya belum tahu kalau madu itu dapat menimbulkan reaksi kimia ketika bercampur dengan zat tambahan yang digunakan untuk membuat sabun,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X