• Senin, 23 Mei 2022

Lebih Dekat dengan Waluyo Jiwo, Posyandu Khusus bagi ODGJ

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 05:00 WIB
Salah satu ODGJ sedang dilatih melukis dan dipantau Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono dan rombongan.  (Ist)
Salah satu ODGJ sedang dilatih melukis dan dipantau Kapolres Blitar Kota AKBP Argo Wiyono dan rombongan. (Ist)

 

Blitar, koranmemo.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ternyata masih bisa dikaryakan. Di Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, ada Posyandu Jiwa Waluyo Jiwo bergerak untuk melatih para ODGJ, mulai dari membatik hingga melukis.

Diakui atau tidak pandangan miring selalu ada ketika bertemu dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sering berbuat onar dan mudah emosi masih melekat. Bahkan tak sedikit yang berbuat nekat karena memang emosinya labil.

Ya, pandangan itu wajar. Karena ODGJ memang membutuhkan perhatian khusus. Tak gampang bisa "menundukkan" agar menurut dan hidup normal seperti biasaya. Di Desa Bacem ada Posyandu Jiwa yakni Waluyo Jiwo yang bergerak dalam pendampingan dan melatih para ODGJ di Desa Bacem dan sekitarnya. "Ya beginilah suasananya. Harus telaten melatih. Karena ODGJ ini berbeda dengan orang normal pada umumnya, harus banyak sabar," kata Rubail Usman, Kamis (20/1).

Rubail Usman adalah ketua Posyandu Jiwa Waluyo Jiwo. Dialah garda utama yang memberikan dukungan dan menjadikan posyandu khusus ODGJ itu menjadi tempat untuk mengasah kreativitas para warga. Didirikan sejak 2017, posyandu mendapat hati di masyarakat. Bahkan dari tahun ke tahun jumlah ODGJ yang mengikuti agenda terus meningkat. Padahal awalnya hanya segelintir saja.

Baca Juga: 7 Kesalahan dalam Berinvestasi Emas yang Harus Anda Hindari Jika Mau Dapat Untung

"Dan syukur hingga kini keberadaan posyandu ada di hati masyarakat. Karena memang banyak gunanya," katanya.

Pria setengah abad ini mengatakan, ihwal dibentuknya Posyandu khusus ODGJ ini karena di Bacem banyak ODGJ. Mereka kerap tersisihkan dan tak banyak perhatian. Karena masyarakat menganggap ODGJ dihindari karena emosinya kerap labil. Akhirnya dirinya bersama sejumlah warga dan perangkat desa serta puskesmas mendirikan posyandu.

"Kami ingin memanusiakan manusia kepada ODGJ. Mereka bisa bermasyarakat juga kok," katanya.

Saat ini ODGJ yang menjadi anggota aktif posyandu sebanyak 34. Mereka berasal dari Desa Bacem. Di posyandu diberikan wawasan keterampilan. Seperti melukis hingga membatik. Materinya lebih banyak praktik daripada materia karena ODGJ rata-rata usianya juga sudah lanjut. Selain diberikan keterampilan, juga dicek kesehatannya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Balok Altar Zaman Majapahit Diboyong ke Museum

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:46 WIB

Sesama Motor Adu Moncong di Blitar, Satu Tewas

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:43 WIB

Uji Coba, Mobil INCAR Rekam 20 Pelanggar Lalin

Selasa, 17 Mei 2022 | 19:51 WIB
X