• Sabtu, 21 Mei 2022

Pendapatan Bea dan Pajak Impor Wilayah KPPBC Kediri Capai Rp 1,8 Triliun

- Rabu, 26 Januari 2022 | 18:28 WIB
Ilustrasi Pajak (Istimewa)
Ilustrasi Pajak (Istimewa)

Kediri, koranmemo.com - Kantor Pelayanan dan Pengawasan Tipe Madya Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kediri menerima pendapatan impor masuk wilayah Kabupaten Kota Kediri, serta Kabupaten Nganjuk dan Jombang sebesar Rp 1,8 triliun selama 2021.

Pendapatan tersebut diperoleh dari bea masuk, PPN Impor, dan PPh Pasal 22 impor.

Kepala KPPBC Tipe Madya Kediri, Sunaryo menjelaskan semua impor di wilayah kerjanya melalui Kantor Pos Lalu Bea Kediri.

“Semua impor melalui Kantor Pos dan telah bekerja sama dengan Bea Cukai. Sehingga pengawasan dilakukan lebih mudah,” katanya.

Adapun jumlah dokumen impor yang masuk ke wilayah Kabupaten Kota Kediri, serta Kabupaten Nganjuk dan Jombang sebanyak 16.827 dokumen.

Baca Juga: Skuter Listrik Mulai Marak di SLG Kabupaten Kediri, Awas… Dapat Timbulkan Kerawanan

Dari dokumen tersebut barang impor masuk total Rp 1.803.647.000. “Rincian dari Bea Masuk sebesar Rp 742.566.000, PPN Impor sebesar Rp 925.913.000, dan PPh Pasal 22 Impor sebesar Rp 135.168.000,” imbuh Kepala KPPBC Tipe Madya Kediri.

Dari impor tersebut, terdapat sebanyak 233 barang masuk melalui Pos melanggar ketentuan impor. Barang tersebut berupa sextoys 79 paket, obat-obatan tanpa izin 137 paket, serta sparepart kendaraan kondisi bekas sebanyak 17 paket.

“Barang-barang yang melanggar ketentuan tersebut bernilai Rp 73.240.272. Dari barang tersebut kami musnahkan dengan pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),” tutupnya.

Baca Juga: Piala Soeratin U-17, Persedikab Kediri Masuk Semifinal

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X