• Sabtu, 21 Mei 2022

Dugaan Pungli dan Kenaikan Tarif Tak Wajar, Ini Kata Pengelola Wisata Bendungan Gerak Waru Turi

- Jumat, 13 Mei 2022 | 09:40 WIB
pengunjung saat hendak masuk ke pintu Wisata Bendungan Gerak Waru Turi (rizky/memo)  (koranmemo.com)
pengunjung saat hendak masuk ke pintu Wisata Bendungan Gerak Waru Turi (rizky/memo) (koranmemo.com)

Kediri, koranmemo.com - Sempat ramai di media sosial (medsos) karena keresahan dari pengunjung yang melaporkan kejadian kenaikan harga tiket masuk yang tidak wajar hingga tiga kali lipat di Wisata Bendungan Gerak Waru Turi pada libur lebaran minggu lalu membuat pengelola wisata angkat bicara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Agus Rahmad Hidayat, Humas Wisata Bendungan Gerak Waru Turi saat ditemui di kantornya.

Dia menjelaskan, kenaikan harga tiket maupun dugaan pungli merupakan hal tidak benar. Hal tersebut karena penerapan tiket masuk telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca Juga: Cerita Tim Rescue Tantular Evakuasi Tawon dan Ular Berbisa, Hanya Modal APD Sederhana

"Kalau harga tiket tidak ada kenaikan karena sesuai dengan peraturan yang ada Rp 10 ribu untuk satu orang pada hari Minggu dan libur nasional," ucapnya kepada koranmemo.com, Jumat (13/5/2022).

Selain itu, Agus mengungkapkan, pada hari Senin hingga Sabtu, harga tiket dipatok sebesar Rp 6 ribu. Harga itu merujuk kepada pedoman aturan Perum Jasa Tirta 1 dengan nomor dinas 0124/MD/DABP/V/2019 tentang pedoman ketetapan tarif wisata di Bendungan Gerak Waru Turi.

Kemudian, mengenai tarif tiket kendaraan yang melintas di bendungan pada momen lebaran satu minggu lalu hanya biaya sebesar Rp 5 ribu untuk kendaraan roda empat.

Baca Juga: Piala Thomas Uber: Jojo Antar Indonesia ke Semifinal,  Kalahkan China 3-0

"Kendaraan yang melintas itu untuk mengurai kemacetan. Itu pun dikarenakan pengalihan arus dari jembatan Mrican agar tidak terjadi penumpukan," ungkapnya.

Padahal, kata Agus, sebetulnya tempat tersebut hanya untuk sebagai wisata dan bukan dijadikan sebagai jalur alternatif untuk kendaraan dari luar. Hal tersebut karena bendungan ini menghubungkan wilayah Kecamatan Banyakan dengan Kecamatan Gampengrejo.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X