Ririn Setyo Widiastutik di Balik Keindahan River Tubing Watu Kandang Trenggalek, Sempat Dicap Gila

- Senin, 16 Mei 2022 | 23:30 WIB
Pengunjung saat menikmati wisata river tubing (Dok Desa Pandean)
Pengunjung saat menikmati wisata river tubing (Dok Desa Pandean)
Trenggakek, koranmemo.com- Dibalik keindahan Taman Watu Kandang yang terkenal dengan wisata river tubingnya di Desa Pandean Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek mempunyai sisi cerita menarik.
 
Sungai yang dulunya kumuh berubah wajah jadi spot andalan desa hingga berdampak pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat.

Nama Desa Pandean belakangan sering ramai dibicarakan. Musababnya, Desa Pandean sukses unjuk gigi dengan wisata barunya yaitu Taman Watu Kandang.
 
 
Wisata itu menyuguhkan river tubing, sensasi jeram yang cantik dengan melintasi sungai yang jernih dipadu bebatuan yang eksotik.

Namun siapa sangka di balik keindahan dan potensi alamnya yang apik, sungai itu dulunya memiliki cerita kelam.
 
Aliran sungai yang melewati salah satu sisi desa itu dipenuhi tumpukan sampah.
 
Pemandangan sampah berceceran di sungai sudah bukan barang baru pada waktu itu.
 

Sungai di desa itu dulunya banyak sampah popok yang menyangkut di aliran sungai. Kondisi itu bertambah parah.
 
Sungai yang seharusnya menjadi tempat ekosistem yang sehat justru tercemar sampah. Disisi lain kebiasaan membuang sampah itu tak hanya berasal dari warga sekitar. 
 
Banyak sampah yang terbawa aliran sungai dari desa lain. Atau bahkan pengguna motor yang sengaja membuang sampah dari atas jembatan.
 

Pemandangan tak mengenakkan itu masih melekat di benak Ririn Setyo Widiastutik
 
Ia masih ingat betul tentang hal itu. Pikirnya kala itu, suguhan alam yang indah dipadu dengan lokasi yang nyaman diyakini bakal jadi atraksi yang paling diminati. Namun kala itu angan tinggallah angan.

Dengan berbagai faktor, ia belum bisa mewujudkan apa yang menjadi angan-angannya, yaitu membersihkan sampah-sampah di sungai agar terlihat bersih dan asri.
 
 
Sebab ia sadar akan potensi wisata di lokasi itu. Pelan namun pasti, ia mulai menata kembali rencana yang sempat terlintas di benaknya. 
 
Hingga akhirnya, Ririn memberanikan diri untuk memulainya.

“Kemauan membersihkan itu sudah lama, tapi kemampuan untuk bertindak itu sebelum (tahun) 2020,” kata Ketua Pokdarwis Dewi Arum Pulosari.

Ia masih ingat betul, dikala ia mulai bertindak untuk memerangi pencemaran sampah di aliran sungai, istri dari Yani itu mengaku sempat dianggap seperti orang gila yang membersihkan sampah di sungai.
 
 
Dengan komitmen mencintai lingkungan, ia pun sering mengalami gesekan dengan warga.
 
Sebab ia akan memfoto dan melaporkan kepada pemerintah desa jika menjumpai warga membuang sampah di sungai.

“Pasti ada pro dan kontra dan memang mengubah kebiasaan itu perlu waktu,” imbuhnya.

Wanita yang juga sebagai pendidik di TK Dharma Wanita I Pandean itu akhirnya bisa disebut bahagia.
 
 
Sebab, lambat laun ia mulai tak menjumpai ada warga membuang sampah sembarangan. 
 
Bahkan warga banyak yang terlibat aksi sosial membersihkan sampah di aliran sungai di Desa Pandean.
 
Hingga memasuki 2021, aliran sungai yang dulunya dipenuhi sampah, kini menjadi bersih dan jernih.

“Sehingga aliran sungai itu menjadi salah satu spot desa wisata Pandean,” katanya.
 
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Legendaris Kota Malang, Ada yang Berkuah Hingga Minuman Segar

Berkat antusiasme dan komitmen semua pihak dalam memerangi pencemaran sungai serta pengelolaan sumber daya manusia yang baik, Desa Pandean menjadi desa yang berhasil lolos mendapatkan lisensi pemandu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 
 
Desa Pandean juga meraih juara II Soetran Award yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Nilai plusnya, kita sudah bisa menjadi pemandu wisata di lingkup Jawa Timur,” imbuhnya.

Wisata Desa Pandean itu menyuguhkan berbagai produk atraksi.
 
 
Mulai wisata alam, kuliner, hingga olahraga yang dikemas dalam beberapa paket.
 
Balutan alam yang sempurna itu semakin komplet dengan berbagai potensi lainnya diantaranya seperti wisata budaya kothek’an lesung yang ada sejak zaman penjajahan dan sampai saat ini masih dilestarikan.
 
Selain itu juga ada objek wisata lainnya seperti air terjun Jurug Waru Dongko dengan eksotisme air telaga dipadu bebatuan yang unik. 

Reporter : Angga Prasetya

Editor     : Achmad Saichu

 

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X