2 Sapi Beli Dari Ngawi Dilaporkan Suspek PMK di Kabupaten Madiun

- Rabu, 18 Mei 2022 | 19:03 WIB
Petugas dari BBV Wates Yogyakarta dibantu dari DKPP mengambil sampel darah dan air liur sapi yang terindikasi PMK.
Petugas dari BBV Wates Yogyakarta dibantu dari DKPP mengambil sampel darah dan air liur sapi yang terindikasi PMK.

Madiun, koranmemo.com - Baru sepuluh hari dibeli dari salah satu pasar hewan di Ngawi, dua ekor sapi milik salah satu warga Dari (62) Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun dilaporkan suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun bersama dengan Balai Besar Veteriner (BBV) Wates Yogyakarta mengambil sampel dari air liur dan darah sapi untuk dilakukan uji laboratorium.

"Adanya laporan petugas ada sapi bergejala mirip dengan PMK, tapi kita belum bisa mendiagnosa sebelum ada pemeriksaan lab keluar," ungkap Kabid Peternakan DKPP Kabupaten Madiun drh Bagus Sri Yulianta.

Baca Juga: Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu, BNN Kota Kediri Amankan 2 Pengedar

Baca Juga: Pemkot Madiun Dukung Kebijakan Presiden Jokowi Boleh Lepas Masker

Secara kasat mata gejala yang dialami kedua sapi milik Dari adalah munculnya luka merah pada rongga mulut dan lidah, luka pada kaki hingga nyaris pincang dan penurunan nafsu makan sejak lima hari terakhir.

Sampel swab berupa air liur diambil dari rongga mulut dan saliva serta sampel darah dari kedua sapi yang bergejala. Kemudian dikirim ke BBV Wates Yogyakarta.

"Hasil pemeriksaan menunggu sekitar satu minggu baru bisa kita sampaikan hasilnya," katanya.

Reporter : Feby Dian Nurrahayu/Juremi
Editor : Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X