Bupati Kediri Mas Dhito Ajak Dialog Pedagang Sapi Cari Solusi Atasi Penyebaran PMK

- Senin, 23 Mei 2022 | 21:35 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Forkopimda mendatangi Pasar Hewan Pare (Kominfo Kabupaten Kediri)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Forkopimda mendatangi Pasar Hewan Pare (Kominfo Kabupaten Kediri)

Kediri, koranmemo.com-Menyikapi munculnya suspect penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri mendatangi Pasar Hewan Pare untuk berdialog dengan pedagang sapi.

Dalam dialog yang digelar, Senin (23/5/2022) itu, Bupati Kediri Mas Dhito menyampaikan, saat ini sudah ada enam kecamatan dengan jumlah 76 kasus suspect PMK di Kabupaten Kediri. Lonjakan kasus itu terjadi secara signifikan dalam empat hari, sehingga patut menjadi kewaspadaan bersama.

"Menjadi bahan pertimbangan kami yang ada di Forkopimda, kita mulai mempersiapkan untuk penutupan pasar-pasar hewan," kata Bupati Kediri Mas Dhito.

Baca Juga: Merawat Tradisi Leluhur, Desa Sumbergondang Gelar Sedekah di Gunung Jladri

Sebelum kebijakan itu diberlakukan, menurut Mas Dhito, Pemerintah Kabupaten Kediri terlebih dahulu mengajak para pedagang sapi untuk berdialog. Menurutnya, para pedagang pastinya keberatan dengan rencana itu karena berkaitan dengan hajat hidup mereka.

"Tapi di satu sisi banyak pertimbangan mengingat bulan Juli nanti akan ada Idul Adha di mana perputaran sapi pasti tinggi, jangan sampai pada saat momentum tersebut kasus sedang tinggi-tingginya," ungkap Mas Dhito.

Meski arah melakukan penutupan pasar hewan itu bakal dilakukan, Mas Dhito menegaskan pihaknya tidak akan serta merta melakukan penutupan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Sosialisasi bakal dilakukan 1-2 hari sebelum keputusan dikeluarkan.

Menurut Mas Dhito, upaya pencegahan supaya kasus PMK tidak masuk telah dilakukan sejak awal, dengan melakukan pengetatan di titik-titik check point yang menjadi pintu lalu lintas ternak dari kabupaten/kota lain. Namun, yang terjadi, ada kasus begitu masuk Kabupaten Kediri ganti truk plat AG dengan KTP Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Renovasi Semakin Masif, TMII Jakarta Ditutup Sementara bagi Wisatawan hingga Agustus

"Kita anggap itu sapi yang ada di Kabupaten Kediri ternyata itu sapi dari luar kota dan kabupaten lain. Seperti di Pasar Hewan Pare tadi pagi sudah ada satu sapi suspect (PMK) yang masuk," bebernya.

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyembelihan Hewan Kurban Dianjurkan di RPH

Selasa, 5 Juli 2022 | 18:38 WIB

Persedikab Kediri Rencana Ujicoba Akhir Bulan

Selasa, 5 Juli 2022 | 15:04 WIB
X