• Kamis, 7 Juli 2022

Geger Sapi Mati Mendadak di Banaran, DKPP Kota Kediri Pastikan Bukan PMK

- Selasa, 24 Mei 2022 | 18:38 WIB
Petugas posko tanggap PMK Kota Kediri saat menunjukan peralatan dan obat-obatan untuk kasus PMK. (Bayu/Memo)
Petugas posko tanggap PMK Kota Kediri saat menunjukan peralatan dan obat-obatan untuk kasus PMK. (Bayu/Memo)

Kediri, koranmemo.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri memastikan sapi yang mati mendadak di Kelurahan Banaran bukan karena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal tersebut disampaikan oleh Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Pesantren Kota Kediri Sudarmanto, Selasa (24/5).

Sebelumnya sempat ditemukan kasus kematian sapi mendadak berjenis limosin beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut sempat membuat warga geger karena khawatir terkena PMK mengingat ada busa dari mulut dapi.

Baca Juga: Dinkes Kabupaten Blitar Minta CJH Cek Kesehatan Ulang

“Setelah dilakukan pengecekan, kematian dari sapi ini bukan karena PMK. Kematian ini disebabkan oleh kutu yang telah menjalar ke seluruh bagian tubuh dan terlambat untuk ditangani,” ujarnya.

Akibat dari hal itu, sapi menjadi kekurangan darah dan menyebabkan kematian. Meski begitu, pihaknya juga tetap melakukan pemantauan terhadap kandang sapi di tempat ditemukannya kasus ini.

Dari hasil pemantauan ini, tiga ekor sapi yang tinggal sekandang juga dalam kondisi baik dan tidak menunjukan tanda-tanda PMK.

Pihaknya juga telah meminta kepada pemilik kandang untuk membersihkan secara rutin kandang yang digunakan. Tidak hanya pada kandang, tapi hewan ternaknya juga agar sering dimandikan.

Baca Juga: Lama Berkarir di Jawa Timur, Sang Jenderal Lapangan Senior Merasa Enjoy Gabung dengan Persik Kediri

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Idul Adha, Ini Saran DKPP dan Kemenag

Rabu, 6 Juli 2022 | 12:38 WIB
X