• Sabtu, 10 Desember 2022

Migor Curah Bakal Dihapus, Pedagang Pasar Legi Ponorogo Waswas

- Minggu, 29 Mei 2022 | 13:39 WIB
Nining salah satu pedagang Migor curah di Pasar Legi Ponorogo
Nining salah satu pedagang Migor curah di Pasar Legi Ponorogo
 

Ponorogokoranmemo.com - Persoalan minyak goreng (migor) nampaknya masih saja berlanjut. Baru baru ini tersebar kabar bahwa minyak goreng (Migor) curah bakal dihapus.
 
Meski hingga kini belum ada tindak lanjut sejumlah pendagang pasar Legi Ponorogo sudah merasa waswas dengan munculnya kabar tersebut. 

Seperti yang diungkapkan Nining (45), salah satu pedagang di Pasar Legi Ponorogo
 
Dia mengaku bahwa dirinya mendapat surat dari penyuplai Migor curah pengirimannya hanya sampai akhir bulan ini
 
Baca Juga: WSL Championship Tour 2022 di Banyuwangi, Jadson Andre: Ini Terbaik dalam Hidup Saya

"Dapat surat dari Bimoli, katanya hanya sampai akhir bulan ini," ungkap Nining, Minggu (28/5/2022)

Padahal, Nining mengaku hanya mendapatkan stok migor curah itu tiga kali pengiriman. Yang ketiga kalinya itu baru datang dua hari yang lalu dan dia diberitahu bahwa pengiriman selanjutnya adalah yang terakhir.

"Kalo benar ada pengiriman terakhir berarti benar dihapus, padahal yang paling banyak cari (Migor curah) dari UMKM," bebernya

Dirinya juga mengatakan bahwa setiap pengiriman Migor curah bersubsidi, dirinya hanya boleh membeli 180 liter.
 
 
Itu pun selalu ludes hanya dalam sehari, karena pelanggannya sudah memesan jauh jauh hari

"Kalo sekarang gak susah carinya, tapi ya itu agak ribet jadi cuma orang tertentu yang mau antre karena harus bawa KTP," lanjutnya

Namun, Nining memperkirakan jika nantinya wacana penghapusan Migor terjadi, bisa dipastikan akan beralih pada kemasan. 
 
Pasalnya selisih harganya tidak terlalu jauh, ditambah dengan kualitas yang lebih bagus tentunya
 

"Kalo harganya sama bisa pindah ke migor kemasan semua," tandasnya

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Bedianto mengaku belum mendapat surat resmi yang masuk ke mejanya. Jika pun ada tentu pihaknya akan melakukan sosialisasi sebelumnya.

''Yang menaikkan maupun yang menurunkan harganya itu kewenangan dari pusat,'' terangnya. 

Mantan Kadisnaker itu juga mengklaim bahwa stok Migor di pasaran sangat aman bahkan tidak ada keluhan dari masyarakat. 
 
 
Selain itu harga juga sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah berkisar Rp 14.500 per kilogram

"Paska lebaran hingga saat ini masih cukup dan aman," tandasnya

Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X