• Kamis, 7 Juli 2022

Anggota DPRD Ponorogo Minta Penanganan PMK Seperti Covid-19, Sapi Yang Mati Dapat Ganti

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:53 WIB
Ratusan warga saat menguburkan sapi yang mati
Ratusan warga saat menguburkan sapi yang mati

Ponorogo, koranmemo.com - Masifnya penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo yang jumlahnya mencapai ribuan, membuat anggota DPRD Kabupaten Ponorogo Ribut Riyanto angkat bicara

Menurutnya Pemkab Ponorogo harus lebih serius lagi melakukan penanganan PMK ini, karena sudah berdampak pada ekonomi dan sosial warga.

"Seperti yang sudah dikatakan presiden, bahwa penanganan PMK harus seperti penanganan Covid-19," kata Ribut, kepada wartawan, Kamis (23/6/2022)

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa wabah PMK khususnya di Kecamatan Pudak yang menjadi sentra sapi perah di Ponorogo, seolah menjadi menjadi mimpi buruk.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara, Kapolres Nganjuk Sambangi Jemaat GKIN

Para peternak ini menggantungkan hidupnya pada hasil susu sapi yang diperah, jika sapinya sakit atau bahkan mati, maka mereka jelas akan terpuruk, karena tidak ada pemasukan.

"Selain penanganan yang maksimal, saya juga minta pada pemerintah untuk memberikan ganti rugi pada peternak jika sapi mereka mati," terangnya.

Politisi Partai PKS tersebut juga menyebut bahwa Pemkab Ponorogo harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi bahkan pusat, agar ketersediaan obat tercukupi hingga alokasi vaksin bagi peternak di Ponorogo.

"Harus ada koordinasi yang bagus. Jadi obat hewan tidak telat dan dapat jatah vaksin yang memadai," pungkasnya.

Baca Juga: Kuatkan Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Blitar Gandeng DMI

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X