• Kamis, 7 Juli 2022

Dua Kawasan di Tulungagung Harus Steril dari Reklame, Ini Alasannya

- Kamis, 23 Juni 2022 | 18:47 WIB
Terlihat beberapa reklame yang terpasang di simpang empat rumah sakit lama. (isal/memo)
Terlihat beberapa reklame yang terpasang di simpang empat rumah sakit lama. (isal/memo)

Tulungagung, koranmemo.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tulungagung masih mendapati adanya pemasangan reklame tidak berizin.

Namun demikian, dua kawasan di Tulungagung harus steril dari pemasangan reklame lantaran tidak boleh ada komersial di kawasan tersebut.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto mengatakan, dilakukan perhitungan secara menyeluruh mulai dari reklame yang sudah berizin dan tidak berizin.

Setidaknya sebanyak 80 persennya dipastikan sudah berizin, sedangkan sisa 20 persennya tidak berizin.

Baca Juga: Jelang MotoGP Belanda, Pembalap Ducati Francesco Bagnaia Ingin Tebus Hasil Buruk Pekan Lalu

Berdasarkan data sejak 1 Januari lalu, saat ini terdapat sebanyak 113 Reklame insidentil dan 169 Reklame permanen yang berizin dan sudah terpasang.

Menurut Fajar, untuk reklame yang tidak berizin tentunya langsung dilakukan penindakan berupa pencopotan reklame yang dilakukan oleh petugas Satpol PP.

"Reklame yang tidak ada stikernya itu berarti tidak berizin. Seperti beberapa waktu yang lalu kami jumpai reklame tidak berizin di kawasan sungai ngrowo. Penindakan kami langsung koordinasikan dengan Satpol PP," kata Fajar Widariyanto, Kamis (23/6).

Berdasarkan aturan, jelas Fajar, pads Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 2 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Reklame, terdapat dua jenis reklame yakni Insidentil dan permanen.

Baca Juga: Pasar Hewan Tulungagung Dibuka Menjelang Iduladha, DPRD Khawatir Akan Memperburuk Kondisi PMK

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X