• Selasa, 9 Agustus 2022

13 Ribu Vaksin PMK untuk Kabupaten Blitar, Ternyata Ini Yang Diprioritaskan

- Minggu, 26 Juni 2022 | 09:10 WIB
Toha Mashuri
Toha Mashuri
Blitar, koranmemo.com- Penyakit mulut dan kuku atau PMK terus menggerogoti sapi di Kabupaten Blitar. Dinas pun kini tengah berupaya untuk mendapatkan vaksin PMK
 
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Toha Mashuri. 
 
Pihaknya memastikan Kabupaten Blitar mendapatkan alokasi vaksin ternak. Hanya saja jumlahnya tak sebanding dengan total sapi di Kabupaten Blitar
 
"Vaksin akan diambil ke Surabaya, nanti selanjutnya akan disuntikkan ke sapi," kata Toha Mashuri, Minggu (26/6). 
 
 
Menurut Toha, untuk jumlah vaksin PMK sebanyak 13 ribu. Sementara jumlah sapi di Kabupaten Blitar sekitar 150 ribu lebih. Dengan rincian sapi perah sebanyak 12.572 ekor. 
 
Itu belum termasuk jumlah sapi di peternakan sapi perah di PT Greenfields Wlingi yang jumlahnya ratusan ekor.
 
Sementara untuk jumlah sapi penggemukan di Kabupaten Blitar sebanyak 149.612 ekor tersebar di 22 kecamatan.
 
"Memang belum mencukupi, tetapi mudah-mudahan nanti distribusinya bertahap," katanya. 
 
 
Dia menambahkan rencananya 13 ribu vaksin akan divaksinkan ke sapi jenis perah. Hal itu sesuai dengan arahan pemerintah provinsi.
 
Belum diketahui apa penyebab sapi perah didahulukan. Apakah karena sapi perah menghasilkan susu atau lainnya. 
 
Nantinya pihak KUD atau koperasi unit desa akan koordinasi dengan dinas. Karena KUD selama ini menjadi mitra kaitannya dengan susu sapi perah. 
 
"Didahulukan sapi perah, vaksin akan didistribusikan melalui KUD. Sementara untuk sapi penggemukan pada tahap vaksin selanjutnya. Mudah-mudahan jumlah vaksin bertambah," harapnya. 
 
 
Pihaknya berharap agar para pemilik sapi untuk terus menjaga kebersihan kandang. Itu untuk antisipasi penyebaran virus. Karena PMK dikenal cepat penularannya.
 
Selain itu diharapkan peternak memberikan vitamin dan terus koordinasi dengan dokter hewan. 
 
Data terbaru kasus PMK di Kabupaten Blitar sudah menyentuh angka 2 ribu ekor. Data terakhir per 23 Juni pada pukul 14.00, sesuai laporan ke petugas, ada 2.108 ekor sapi yang terserang PMK
 
Dari total itu sebanyak 225 ekor sapi dinyatakan sembuh dan 10 sapi mati.  Empat kecamatan yang nihil kasus PMK adalah Doko, Kesamben, Selorejo dan Bakung. Sementara kecamatan lain banyak ditemukan sapi PMK.  
 
 
Di Kota Blitar jumlah sapi yang suspek sebanyak 96 ekor sapi. Kecamatan Sukorejo paling banyak ditemukan kasus karena kebetulan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blitar. Pasar Dimorl yang menjadi pusat perdagangan sapi terbesar sementara dalam kondisi ditutup. 
 
"Iya masih ditutup, pembukaan masih menungg kondisi  PMK," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah. 
 
Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ditinggal Pulang, Toko di Kabupaten Blitar Terbakar

Minggu, 7 Agustus 2022 | 17:00 WIB

560 CJH Sisa Tahun 2020, Prioritas Berangkat 2023

Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:46 WIB

Ribuan Nakes di Kota Blitar Disuntik Booster Kedua

Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:14 WIB

Hari Jadi ke-698 Blitar Dimeriahkan Festival Pecel

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:54 WIB

Gara-gara Temuan Ini, Warga Talun Geger

Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:15 WIB
X