• Selasa, 6 Desember 2022

Produksi Susu Sapi di Ponorogo Tinggal 10 Persen, Ini Penyebabnya

- Minggu, 26 Juni 2022 | 13:06 WIB
Salah satu peternak sapi yang membuang susu hasil perahanya
Salah satu peternak sapi yang membuang susu hasil perahanya

Ponorogo, koranmemo.com – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan sapi perah di Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo, membawa dampak besar bagi produksi susu sapi.

Jumlah produksi susu sapi menurun drastis hingga tersisa sekitar 10 persen.

Madi Utomo, salah satu koling susu yang ada di desa Pudak Kulon menuturkan, bahwa jika sebelum ada PMK setiap harinya ia bisa menerima setoran susu sebanyak 6.000 liter susu sapi segar. Namun, jumlah tersebut kini menurun hanya tinggal 400 liter susu sapi segar.

"Hanya tinggal tujuh peternak saja yang setor ke saya, ratusan lainnya tidak setor karena sapinya terkena PMK," ungkap Madi, Minggu, (26/6/2022)

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara, Ini Yang Dilakukan Anggota Polsek Tarokan

Ia menjelaskan bahwa SOP yang diterapkan oleh sejumlah pabrik susu menyebutkan sapi yang sedang diberikan obat-obatan seperti antibiotik dan sebagainya membuat susu sapi menjadi terkontaminasi dan tidak layak untuk diolah di pabrik

"Susunya dibuang, semua yang sudah disuntik tidak boleh disetor ke koling susu, SOP nya memang begitu," tutur Madi.

Madi menambahkan, kejadian seperti ini sudah berlangsung sekitar tiga mingguan sejak beberapa ratus sapi di Kecamatan Pudak terpapar oleh PMK yang kini mencapai lebih dari 5.000 ekor sapi terpapar PMK.

Tentu hal itu membuat ekonomi warga Pudak lumpuh total, karena sebagian besar warga Pudak menggantungkan hidupnya untuk beternak sapi perah.

Baca Juga: Karut Marut Sistem Zonasi PPDB di Batu, Siswa Menangis dan Trauma Gagal Masuk Sekolah Dekat Rumah

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X