• Selasa, 27 September 2022

Perekonomian Mulai Pulih, DLHKP Kota Kediri Perlahan Optimalkan Capaian Retribusi Sampah

- Selasa, 28 Juni 2022 | 20:27 WIB
Petugas mengumpulkan sampah di TPS Kelurahan Tosaren. (Bayu/Memo)
Petugas mengumpulkan sampah di TPS Kelurahan Tosaren. (Bayu/Memo)

Kediri, koranmemo.com - Pandemi Covid-19 sudah mulai melandai diiringi dengan kodisi ekonomi yang semakin pulih di Kota Kediri. Hal itu juga diiringi dengan meingkatnya capaian dari retribusi persampahan.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) hingga bulan Mei 2022 retribusi persampahan baru mencapai sekitar Rp 508 juta. Target retribusi persampahan Kota Kediri untuk tahun 2022 sendiri sekitar Rp 1,2 miliar.

Kepala DLHKP Kota Kediri Anang Kurniawan mengatakan, capaian itu sudah lebih baik daripada saat pandemi lalu. Meski begitu pihaknya juga memaklumi karena ada pembatasan-pembatasan yang menyebabkan para pedagang maupun industri hotel dan restoran tidak bisa beroperasi.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah ini jauh meningkat. Perlahan kami juga akan menyosialisasikan retribusi persampahan ini kepada warga, karena sebenarnya warga juga dikenai retribusi sebesar Rp 2 ribu per bulan,” ujarnya, Selasa (28/6).

Baca Juga: Melakukan Perbuatan Dosa, Pria Setengah Baya Asal Gondang Ditangkap Warga

Ia menambahkan, retribusi yang dibebankan kepada warga itu sudah sesuai aturan yang berlaku. Hanya saja praktiknya penarikan retribusi ini kebanyakan baru berjalan di kawasan perumahan. Sedangkan untuk di luar perumahan, masih diperlukan sosialisasi lebih lanjut.

“Warga biasanya sudah ditarik iuran untuk sampah ini, tapi itu untuk pihak yang mengambil sampah dari rumah warga untuk dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Sementara untuk retribusi ini kebanyakan masih belum,” ujarnya.

Retribusi ini digunakan untuk melakukan perawatan terhadap fasilitas yang sampah yang ada. Seperti pada TPS, dan truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Kasubbag Program dan Keuangan Aris Mahmudin mengatakan, warga kebanyakan sudah melakukan kesepakatan dengan pihak RT masing-masing untuk iuran kebersihan. Namun, kenyataannya, iuran tersebut bukan untuk retribusi sampah melainkan untuk membayar pihak penyedia jasa pemungut sampah.

Baca Juga: Tundukkan Tebuireng 7-1, Tim Gading Mangu A Lolos ke Semifinal Liga Santri Jombang

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hendak Mandi, Bocah Umur 9 Tahun Meninggal di Sungai

Minggu, 25 September 2022 | 20:24 WIB

Tekan Radikalisme, Pemkot Kediri Dukung Moderasi Beragama

Minggu, 25 September 2022 | 17:07 WIB

Membahayakan Pengguna Jalan, Jalur Katang-Pagu Diperlebar

Minggu, 25 September 2022 | 10:51 WIB

Lagi di SLG , Massa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Minggu, 25 September 2022 | 10:43 WIB
X