• Selasa, 27 September 2022

Kontrak Diberhentikan Sepihak, Belasan Nakes RSUD Lawang Mengadu ke DPRD

- Minggu, 3 Juli 2022 | 08:36 WIB
Puluhan nakes mengadu ke DPRD Kabupaten Malang lantaran kontrak diberhentikan sepihak. (istimewa)
Puluhan nakes mengadu ke DPRD Kabupaten Malang lantaran kontrak diberhentikan sepihak. (istimewa)
Malang, koranmemo.com - Sekitar 16 tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Unum Daerah (RSUD) Lawang Kabupaten Malang resah. 
 
Para nakes RSUD Lawang ini merasa diberhentikan mendadak oleh pihak rumah sakit tanpa pemberitahuan jelas sebelumnya.
 
Belasan nakes RSUD Lawang di antaranya perawat dan bidan yang merasa nasibnya diberhentikan sepihak itu akhirnya mangadu ke DPRD Kabupaten Malang.
 
Salah seorang mantan perawat di RSUD Lawang yang diberhentikan sepihak mengaku kaget lantaran hanya mendapatkan surat undangan pertemuan.
 
 
Setelah itu dalam pertemuan tersebut diumumkan adanya penataan sumber daya manusia (SDM). 
 
Dalam hal ini pemberhentian 10 orang nakes perawat dan enam bidan. Alasan pemberhentian karena habisnya kontrak.
 
Ia juga sempat menunjukkan surat undangan yang berisi pengumuman penataan. Sebanyak 28 nakes itu dipertemukan di Aula RSUD Lawang sekitar pukul 7.30 WIB. 
 
Para nakes tersebut mendapat pengumuman dari pihak Direktur RSUD Lawang, dan keputusan itu dianggap masih sepihak.
 
 
“kami hanya diminta datang dikumpulkan di aula untuk pengumuman. Ternyata ada pemberhentian. Kami juga kaget,” cerita salah satu nakes, Minggu (3/7/2022).
 
Ia juga bercerita dalam pertemuan itu dibacakan sejumlah nama yang kamudian dinyatakan sudah tidak bekerja mulai bulan Juli 2022 nanti.
 
“Diumumkan nama nakes dan bidan, setelah itu disampaikan bahwa mulai Juli sudah tidak bekerja di RSUD Lawang, dan diucapkan terima kasih,” katanya.
 
Usai pertemuan para nakes pun mengeluh dan tak sedikit yang menyampaikan keresahannya ke Direktur RSUD Lawang.
 
 
Atas kejadian itu, belasan mantan nakes yang diberhentikan mendatangi ke DPRD Kabupaten Malang untuk mengadukan nasibnya. Mereka mengeluh karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang lagi.
 
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, Achmad Rukmianto yang mendapingi audiensi membenarkan.
 
Hanya saja, ia menegaskan bahwa 16 mantan tenaga kesehatan atau nakes itu statusnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
 
“Sementara RSUD Lawang ini statusnya adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ungkapnya. 
 
 
Sehingga, menurut Rukmianto peraturan yang digunakan, termasuk terkait ketenagakerjaan berdasarkan Permendagri nomor 61 dan 27 tentang BLUD.
 
Dalam konteks ini, katanya, perlu dilakukan pendalaman dan menyelami standar operasional prosedur (SOP) dari RSUD Lawang
 
Sebab, aduan yang ia terima dari nakes tersebut, mereka mendapat pemberitahuan dari RSUD Lawang 3 hari sebelumnya bahwa kontraknya tidak diperpanjang.
 
“Padahal masa kerja mereka antara tiga hingga 14 tahun,” tutur pria yang disapa Totok itu. 
 
 
Selain itu, 16 mantan nakes itu juga pernah menjalani asesmen sebanyak empat kali. Namun, mereka tidak pernah diberitahu hasilnya.
 
“Sehingga, mereka tidak tahu apa dan di mana letak kekurangan yang harus diperbaiki. Mereka hanya diberi tahu kalau kinerjanya buruk,” ujarnya.
 
Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Muhammad Syaiful Efendi mengatakan 16 mantan nakes itu mengadu ke DPRD Kabupaten Malang agar bisa bekerja kembali di RSUD Lawang.
 
“Sebanyak 16 mantan tenaga kesehatan terdiri dari 10 orang nakes dan enam orang bidan, mereka berharap bisa bekerja kembali,” urainya.
 
 
Menanggapi hal itu, pihaknya mengaku akan memanggil pihak manajemen RSUD Lawang untuk memberikan klarifikasi. Namun, upaya itu paling cepat dilakukan pekan depan.
 
“Untuk menentukan solusinya, kami perlu mendapatkan keterangan dari manajemen RSUD Lawang. Targetnya minggu depan akan kami panggil,” pungkasnya.
 
Terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Musryidah saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum sepenuhnya mengetahui permasalahan yang ada dan akan mempelajari lebih dulu untuk dijadikan pertimbangan.
 
“Kalau RSUD Lawang bisa ditanyakan pihak direkturnya. Untuk laporan yang dimaksud saya belum baca,” ucapnya.
 
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor      : Muji Hartono 
 

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun Ini Kampus UB Kepanjen Bakal Dibangun 

Selasa, 27 September 2022 | 15:04 WIB

Kebakaran di Pujon, Satu Orang Tewas

Selasa, 27 September 2022 | 11:54 WIB

Bawa Sabu 45 Gram, Kurir Cantik Singosari Dibekuk

Senin, 26 September 2022 | 12:00 WIB

Angin Segar Penjual Hewan Malang, Ada Apa?

Sabtu, 24 September 2022 | 11:38 WIB

Zona Parkir Kayutangan Bakal Ditambah, Ini Penjelasannya

Senin, 19 September 2022 | 16:55 WIB

Semarak Asmipa Ajak Berkolaborasi dan Maju Bersama

Rabu, 14 September 2022 | 15:34 WIB
X