• Senin, 15 Agustus 2022

PMK di Ponorogo Nyaris 10.000 Kasus, Dewan Minta Pemkab Sinkronkan Data Yang Masih “Sipang Siur”

- Minggu, 3 Juli 2022 | 16:42 WIB
Salah satu satu sapi perah yang menerima vaksinasi PMK
Salah satu satu sapi perah yang menerima vaksinasi PMK

Ponorogo, koranmemo.com - Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Ponorogo yang menyerang hewan ternak khususnya sapi hingga kini tembus 10 ribu kasus.

Dimana update data dari Pemkab Ponorogo per tanggal 1 Juli mencapai sebanyak 9.484 hewan yang terpapar PMK, dengan angka kematian mencapai sebanyak 675 ekor.

Jumlah total angka penularan PMK di Ponorogo, Kecamatan Pudak masih yang tertinggi yaitu sebanyak 5.848 kasus, dari 19 kecamatan yang tercatat menjadi wilayah sebaran PMK.

Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo, Ribut Riyanto, mengatakan, Pemkab Ponorogo dalam hal ini Dipertahankan harus instensif dalam melakukan sinkronisasi data di lapangan terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK.

Baca Juga: Festival Santri Kampoeng Ngandjoek 2022, Upaya Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Sinkronisasi data yang selama ini masih simpang siur, kata Ribut Riyanto, dinilai penting agar penanggulangan wabah PMK bisa maksimal dan terpetakan dengan baik.

"Satgas yang di lapangan harus melakukan sinkronisasi data, sehingga nanti antara data Dinas dengan desa maupun peternak bisa sama," ujar Ribut Riyanto yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo, Minggu (3/7/2022).

Ribut menambahkan, dengan adanya kesamaan atau sinkronisasi data, maka ketika ada bantuan baik medis seperti obat-obatan dan vaksin tidak menimbulkan permasalahan.

"Tak jarang data di desa dengan dinas berbeda, makanya harus disingkronkan, biar tida ada masalah serta bantuan tepat sasaran," terangnya.

Baca Juga: Wabah PMK Jelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Kediri Turun

Halaman:

Editor: Koran Memo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tumplek Blek, 307 Grup Reog Meriahkan HUT Ponorogo

Rabu, 10 Agustus 2022 | 21:07 WIB
X